Gerbangkomputer

Download,Aplikasi,software,Tips dan trick,Tutorial,Kesehatan,Bisnis,Berita Unik,free mp3 dan lainnya gratis semua hanya disini

Kumpulan Kisah Misteri Lengkap (bertemu setan,pesugihan,kesurupan,gaib) nyata di indonesia

Jin adalah makhluk Allah yang mempunyai kemampuan mengubah diri dengan berbagai bentuk. Merekamakan, minum, kawin dan beranak-pinak. Membisikkan dan menggoda manusia.

pada kesempatan ini admin Gerbang-komputer akan menulis dan berbagi cerita tentang makhluk gaib, kita tahu bahwa jin memang sejak dahulu kala semenjak nabi kita yaitu nabi Adam A.S yang merupakan nabi Pertama di dunia ini digoda iblis durjana sehingga sampai di usir keluar dari syurga,Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya.

baca juga Kisah Malaikat Jibril dan Mikail Menangis Ketika Allah Melaknat Iblis

baik inilah kumpulan cerita misteri yang telah kami himpun selamat membaca dan jangan lupa untuk subscribe dan like fanspage kami.


Bertemu Arwah Tetanggaku yang telah meninggal
Di suatu perkampungan, tepatnya didesa Karangsari Cikelet kabupaten Garut selatan Jawa barat..disitulah awal mula cerita ini kami angkat, ini adalah kisah nyata yg benar-benar pernah terjadi yg dialami oleh sepasang suami istri yg hendak pulang kampung.......
      sebut saja nama istrinya Aisyah dan suaminya bernama Pudin, mereka lagi belanja buat menyambut idul fitri,yg tinggal dua hari lagi rencananya besok pagi mereka akan mudik, seperti biasanya khas orang indonesia kalau idul fitri ga asik rasanya kalau ga mudik... bisa dibilang mudik adalah suatu kewajiban setiap umat islam di indonesia..
      setelah rasanya cukup beli oleh oleh dan perlengkapan lainnya , pudin besrta istrinya pulang, dan keesokan harinya, pagi pagi sekali mereka berangkat bersama... karena mereka udah mengetahui kalau musim mudik pasti perjalanan macet parah.
      duh pa nyampe jam berapa ke kampung ya kalau perjalanan macet seperti ini?  Aisah bertanya pada suaminya.
ya belum tau mungkin menjelang maghrib, biasanya kan kalau gak macet juga ashar baru kita nyampe.. yaa sekitar magriban lah....!!! Pudin pun menjawab tegas.......wah kalau gitu kita nyampe rumah malem dong pa?, Aisyah cemas,
yaa ga apa apa kan ada bapa, tenang aja...Pudinpun menenangkan istrinya.
iya pa, kan turun dari mobil kita jalan kaki jauh banget, hampir setengah jam, duh mana ini lagi hamil muda  lagi.,,Aisah bergumam....
      karena mereka memakai kendaraan umum, jelas aja perjalanan terasa lama karena mungkin macet dan turun naiknya penumpang,.tak terasa 8 jam telah lewat tapi  mereka tak kunjung juga sampe tujuan.
      ternyata benar perkiraan pudin mereka nyampe tujuan menjelang maghrib..
rasa cemas dan bingung terlihat diwajah Aisyah...dalam pikirannya apa mungkin saya berani lewat hutan. ayo bu kita lanjutkan perjalanan kita keburu malaem' pudin mengajak istrinya yg lagi kebingungan.... udah bu ga usah mikir aneh-aneh yuu kita pergi '' tangan istrinyapun di pegang dan merekapun beranjak pergi,
lantunan adzan maghrib pun terdengar ketika mereka baru memasuki hutan..
      di tengah perjalanan tiba-tiba Aisah dan pudin dikejutkan dengan suara tangisan merintih,seperti tangisan yg benar-benar merasa sakit yg begitu dalam.
,serentak pudin dan istrinyapun berhenti sejenak, mendengarkan apa benar dengan apa yg barusan mereka dengar.. telinganyapun dipasang sejeli mungkin jelas sekali benar-benar ada yg nangis,,Aisyahpun merasa terkejut dan langsung mendekap suaminya... apaan tuh pa??? tenang bu, mungkin orang ... pudinpun menenangkan istrinya, yu kita lihat barangkali orang yg lagi butuh pertolongan,, ga pa ah takut, mending kita pulang aja mana mungkin orang jam segini nangis tengah hutan,,,Aisyah menarik tangan suaminya.... ga ga.. bu ini mungkin orang
apa salahnya kita melihat dulu..ya sudah pa yuu..Aisyah akhirnya menuruti suaminya..
      langkah merekapun menuju ke tempat tangitan itu. betapa kagetnya pudin dan istrinya, ternyata yang nangis itu tetangga orang tuanya Sutarsih.
bibi kenapa disini nangis lagi, kenapa bi? aisyah bertanya pada wanita tua yg dipanggil bi Sutarsih,, wanita tua itu menjawab.. bibi dibuang kesini sama anak-anak, mereka tega sekali meninggalkan bibi disini... ko begitu?? pudin merasa heran....
yaa sudah bi yuu kita pulang bareng kita..!   ga den.. bibi disini aja bibi takut sama anak bibi, mungkin ntar bibi pulang besoknya bibi dibuang lagi kesini...
klo gitu bibi ikut kami aja nginap dirumah mamahku.. aisah memberi solusi..
tapi tetap aja bi sutarsih ga mau pulang... ya sudah bi kalau ga mau, lagian keburu malem istri saya lagi hamil ga baik malem-malem dihutan.. ya sudah bi saya pamitan dulu,, jgn khawatir bi ntar saya tegur anak anak bibi yg pada tega itu ya... mudah mudahan ntr malem anak bibi menjemput bibi kesini... saya duluan pulang ya bi... hati hati disini...
     dengan tanpa pikir panjang lagi pudin dan istrinyapun segera pergi..
tak lama kemudian merekapun sampai kerumah orang tuanya.. dengan suka cita orang tua mereka pun menyambut ria... memeluk dan berjabat tangan dengan anak dan mantunya.... jam berapa dari bandung jam segini baru nyampe...
tadi pagi bu, jalanan macet jadi agak telat.. pudin menjawab pertanyaan ibu mertuanya...
     o ya  Aisyah kamu tau ga Bi Sutarsih,, tetangga mamah itu??  iya bu tau, o iya tadi aku juga ketemu mah dihutan, dia lagi nangis kayaknya sedih bgt,, emang ada masalah apa ya bu, sama keluarganya.???
     apa Aisyah kamu ketemu sama Bi Sutarsih? iya bu,aisyah menjawab!! emang kenapa bu?....
 Bi Sutarsih sudah Meninggal Aisyah, tadi sore... Apa buuuu? Aisyah dan suaminya kaget banget,
     yang benar bu,?
iya, tadi juga bapakmu habis tahlilan, ibunya menjelaskan.
     Ko, bisa ya bu aku ketemu tadi dijalan,?
     Kan dikuburnya di daerah situ, kalau ga salah diujung jalan sebelah kiri dekat dengan kebun anaknya,.yang ada pohon pinus besar, ibunya menjelaskan lagi.
     Iya bu aku ketemunya memang didaerah itu,, dia lagi nangis duduk dibawah pohon pinus itu bu., Aisyah meringis takut seraya tangannya mengusap perutnya yang buncit,
     Semoga saja anakku baik-baik saja ya bu....

Berdoa saja Aisyah Alloh akan selalu melindungi kita, mungkin itu bukan bi Sutarsih, mungkin itu shetan yang menyerupainya...

Bertemu dengan Kuntilanak
Pengalaman ini tak akan pernah hilang dari ingatan Agus Wandi (25), seorang satpam yang bekerja di kantor sebuah perusahaan swasta di Kota
Pontianak. Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, sesosok kuntilanak melayang sambil menyeret peti mati dengan rantai.
"Waktu itu, sekitar jam 4 subuh, saya bersama lima teman nongkrong di jembatan Simpang Benteng di Kota Mempawah," ujar Agus kepada Tribun, Minggu (12/9/10). Agus kelahiran Kota Mempawah, ibu kota Kabupaten
Pontianak, sekitar 67 kilometer dari Kota Pontianak. Sekitar 1,5 tahun lalu, dia masih tinggal di Mempawah dan belum bekerja sebagai satpam.
Dia dan teman-temannya sering nongkrong di jembatan yang terletak di daerah yang biasa disebut Simpang Benteng. Meski namanya Simpang Benteng, tutur Agus, tapi daerah itu bukanlah persimpangan. Memang, sekitar 50 meter dari tempat itu, dijumpai persimpangan tiga, yang satu di antaranya merupakan akses menuju Kota Singkawang. Di areal yang diyakini angker dan ada penunggunya itu, berdiri sebuah jembatan besi untuk melintasi anak sungai yang memotong, disebut Jembatan Benteng. Nah, di situlah ada belokan mematah yang sangat tajam menuju ke kanan, jika ditempuh dari arah Kota
Pontianak.
Meski letaknya sudah di Kota Mempawah, areal itu gelap di malam hari. Kala itu, ujar Agus, di sekitar Simpang Benteng, ada tiga buah rumah toko (ruko) di kiri jalan. Kemudian di sebelah kanannya, ada sebuah rumah
penduduk. "Agak sepi, karena pemukiman penduduk agak ke arah dalam. Lagi pula sekitar beberapa puluh meter dari jembatan itu, ada kuburan," kata dia.
Malam itu, seingat Agus, merupakan malam Jumat. Dia dan lima temannya nongkrong di Jembatan Benteng, menemani seorang rekannya yang berjualan bensin eceran di pinggir jembatan itu.
"Kalau malam sering pengendara melintas, dan kadang- kadang mereka beli bensin juga," ujar Agus. Menjelang pukul 04.00, dia dan lima temannya melihat
sesosok putih melintasi tempat itu. Agus yakin, dia tidak salah lihat. Sosok itu persis gambaran kuntilanak yang sering diceritakan orang- orang. "Pakaiannya putih, rambutnya panjang hingga kaki.Saya dan kelima teman melihat sejelas- jelasnya dalam jarak sekitar 10 meter," ucap Agus, yang mengaku masih merinding jika mengingatnya. Sosok kuntilanak itu melintas dengan cara melayang. Dia tampak menyerat peti mati dengan rantai. Tanpa
suara, karena dalam penglihatan mereka, sosok kuntilanak dan peti mati itu seperti melayang.
"Kami segera lari menjauh menuju ruko yang ada di situ. Kuntilanak itu melayang ke arah kuburan. Setelah hilang dari pandangan kami, bensin eceran jualan teman saya segera dikemas, dan kami kabur naik
sepeda motor, pulang," tutur Agus. Sebelumnya, Agus mengaku pernah diceritakan oleh para orangtua, kalau Simpang Benteng itu angker dan
ada penunggunya. Dia pun pernah mendengar cerita, sering muncul kuntilanak menyeret peti, pertanda akan ada korban jiwa esok harinya.
"Ini benar terjadi, besoknya sekitar pukul 10 pagi, saya dengar ada pengendara sepeda motor yang kecelakaan dan meninggal seketika di Jembatan Benteng. Saya dan teman-teman sampai tiga pekan tak berani muncul ke situ," ucap Agus.

Kisah Nyata Rumahku yang Angker
Ada cerita rumah berhantu lagi di daerah Magelang . Rumah angker ini
diceritakan oleh user kaskus dengan ID basskumuni (nama asli tidak
ditampilkan) yang tinggal di kamar paling keramat dalam rumah itu dari
kecil hingga masa SMA .
Banyak pengalaman gaib yang dialami selama
bertahun-tahun tinggal di rumah itu, terutama bagian kamar yang dia
huni. Cerita hantu ini sama seramnya dengan kisah 4 tahun tinggal di
Rumah Hantu Cimanggis namun dengan tulisan yang lebih pendek dan
ringkas. Kita simak kisah nyata penuturan sang penghuni rumah angker
daerah Magelang ini.
Rumah ane ada di Kab. Magelang Jawa Tengah, yang ane tempatin sejak
ane lahir, ane anak ke 2 dari 3 bersaudara, ane juga punya adik angkat
bernama Leo yang sekarang masuk RSJ (nanti ane critain kenapa bisa
masuk RSJ), sekarang ane dan 2 saudara ane lainya tinggal di luar kota,
sampai saat ini rumah itu masih ditinggali sama kedua orang tua ane..
kalau ane libur, ane pulang, atau orang tua ane yang berkunjung ke
tempat ane,
Singkat cerita, ada satu ruangan (kamar) di rumah itu yang ane
tempatin dari kecil, dan terakhir ditempatin sama adek angkat ane,
karena ane dan adek kandung ane nglanjutin kuliah diluar kota, sekarang
kamar itu sudah dibongkar, nah kenapa dibongkar?? ini masalahnya,,
Dulu waktu ane kecil (masih SD kelas 1) ane lagi asik mengerjakan PR
ditemani Ibu tercinta, waktu itu Ibu ane lagi ngoreksi hasil ujian, maklum
Ibu ane guru SD (agak miris karena ane muridnya juga, jadi ga bisa
bolos, dan ga bisa nyontek PR temen ) malam itu ane dah disuruh tidur,
tapi karna PR blom selesai, ane kaga mau, akhirnya jam dinding bunyi,
tandanya udah jam 12 malem, nah saat itu juga ane melihat tangan
seukuran orang dewasa tepat di depan ane (pas di tembok kamar ane
bagian luar), ane kaget sambil nangis Image , Ibu ane sontak kaget dan
langsung mengambil sapu di dekatnya dan langsung memukul tangan itu
sambil baca doa, tapi tangan itu bertambah banyak hingga puluhan,
setelah beberapa saat tangan2 itu mulai menghilang satu-persatu, trus
ane langsung tidur meski sampai saat ini ane masih trauma gan ...
subhanallah..
Setelah kejadian itu, bapak ane sering banget ngamuk tanpa sebab,
ane sama adik ane sering sakit2an gan, sial berkali2, kepala ane dah
3 kali bocor dirumah itu, suka kejang2, ane dan adik angkat ane juga
pernah lari keluar rumah sambil merem alias ga sadar, kesurupan
dan yang paling parah kesiram air panas bareng sama adek ane pas
pembantu ane ngambil air dari teko yang sedianya mau disimpan di
tremos.. tidak ada alasan jelas kenapa pembantu ane melempar itu
teko ke tubuh kami, 2 bulan kaga bisa apa2..
Akhirnya tahun demi tahun berlalu, kejadian2 kecil sering terjadi, seperti
yang diceritakan sama tetangga ane yang katanya melihat maling yang
mau nyolong dirumah ane, tiba2 lari terbirit-birit setelah mencongkel
jendela, padahal rumah ane dalam keadaan kosong dan sepi karna semua
keluarga keluar kota, maling itu ketakutan setelah berhasil membuka
jendela, entah apa yang dilihatnya, saat lari pun si maling tiba2 terjatuh
berkali2 seperti ada yang menendang..
Lama-lama kluarga ane mulai cemas dengan keadaan rumah gan, suatu
hari keluarga ane kedatangan tamu dari Malang, beliau simbah ane yang
tergolong orang pinter, saat itu ane duduk di bangku SMA, setelah
berkonsultasi sama simbah, katanya disitu ada beberapa jimat/pusaka
yang tertanam di bawah pondasi rumah, entah dari mana datangnya,
namun diperkirakan sudah ada sebelum rumah dibangun, dan kabarnya
yang tinggal disitu banyak banget gan, termasuk salah satunya sosok
orang tua bersorban putih yang konon penghuni rumah ane yang paling
kuat Image Image .
Akhirnya simbah ane menyarankan agar setiap malam jum'at dibuatkan
kopi hitam yang nantinya ditaroh di kamar ane, (ane tetep nekat
nempatin kamar itu, meski keadaanya ga beres) dan kopi tersebut
paginya harus disiramkan di depan kamar ane. hari demi hari kami lalui
seperti itu, bikin kopi, dibuang, bikin kopi lalu dibuang lagi. akhirnya saat
ane kelas 3 SMA, ane mulai menyarankan ke keluarga, kebiasaan buang
kopi itu dihilangkan saja,karena bisa saja kita tergolong musrik/
memposisikan kita dibawah mereka.*sok pinter ane
Nah... setelah rundingan lama, ane sok ceramah, akhirnya keluarga ane
setuju untuk menghilangkan kebiasaan itu, TAPI... ini ternyata jadi
masalah besar.. masih inget diawal ane sebutin adik angkat ane yang
bernama leo masuk RSJ..??
Begini critanya, setelah ane melarang ritual kopi, ane jadi sering ngalamin
kejadian2 aneh, rambut dijambak waktu tidur, trus denger tangisan
cewek, muncul sosok puluhan wajah dari tembok kamar yang seakan
mereka lagi berbincang-bincang, penampakan tengkorak, puluhan
kelelawar masuk kamar dll, tapi ane tetep nekat nempati itu kamar,
karena itu kamar paling gede dirumah ane.
Pada suatu hari, tibalah saat ane lulus SMA, ane kuliah disemarang,
kamar itu ditempatin Leo adik angkat ane yang baru pulang dari
flores, Leo tergolong siswa SMK yang rajin dan pintar, bahkan dia
masuk rangking 3 besar di kelasnya, suatu ketika, entah kenapa
tanpa sebab Leo jarang bicara, dan sesekali ketawa ga jelas, bahkan
suatu malam sempat dia ngamuk , semua barang dikamar dibanting,
waktu kejadian itu dirumah hanya ada adik kandung ane sendirian,
adik kandung ane Cuma bisa mumpet dikamarnya karena takut,
maklum Leo orang Flores yang badanya Gede, bahkan kamar ane
nyaris dibakar sama dia, semua pakaian dalam lemari dikeluarkanya
lalu dibakar tepat didalam kamar yang dia kunci dari dalam.
Melihat asap keluar dari kamar, adik kandung ane langsung teriak
"kebakaran-kebakaran", beberapa tetangga datang, langsung mencongkel
pintu dan langsung memadamkan itu api. yang bikin kaget lagi, setelah
kejadian itu, Leo malah jadi anak yang rajin ke masjid, shalat, puasa, dan
suka ceramah sendiri , namun, suara yang keluar dari Leo sudah beda,
menyerupai orang tua dan wajahnya mirip orang sakit stroke, bibirnya
susah buat ngomong.
Akhirnya setelah beberapa hari, tiba2 Leo sudah berubah karakter, jadi
suka ngamuk , sebelumnya memang pernah mengamuk, tapi ini beda,
lebih parah lagi, lalu keluarga ane mendatangkan kyai/orang pinter,
katanya Leo kesurupan, dan mohon jangan sampai kabur, karena bisa
membahayakan orang yang dibencinya.
Benar saja, suatu hari saat keluarga ane lengah, Leo tiba2 lari, dan sudah
tak terkejar, karena larinya kenceng banget gan, CR7 lewat deh , setelah
seharian mencarinya, kluarga ane dapat kabar kalau Leo masuk penjara,
setelah ane liat TV One, diberitakan juga di media cetak dan internet nih
britanya " Leo Tega Bacok Kepala Ibu Tiri " serching aja di mbah google
(beritanya ada di bawah halaman ini) , seperti judulnya, Leo tiba2 pulang
kerumah bapak kandungnya, dan tega membacok Ibu tirinya yang
sebenernya memang ia benci, akhirnya setelah dilakukan pemeriksaan
kejiwaan, Leo dimasukkan ke RSJ, kasihan Leo.. sekarang kami sekeluarga
kehilangan contact dengan Leo, terakhir denger kabar Leo sudah di
Flores..
Nah singkat saja gan.. sampai saat ini Rumah Berhantu ane masih
ditempatin ame kedua ortu ane, kmaren baru aja tuh kamar dijebol
salah satu temboknya biar gabung ke ruang tamu, eh.. malah jadi
masalah besar, bapak ane berubah jadi anak-anak, yang nangis
karena kamarnya digusur.. jam 12 malem bapak ane kabur dari
rumah, tidur di bekas reruntuhan tembok yang sudah difungsikan
sebagai penutup lubang sampah di samping rumah, bahkan
sebelumnya Ibu ane mau digerayangi ame setan.. anjir.. parah
banget.. setelah kejadian itu, rencana tembok pemisah antara kamar
dan ruang tamu mau dibangun kembali, sampai sekarang tiap malem
dirumah ane diadain yasinan/pengajian, hadeh..
Sebenernya ane ngeri buat pulang kerumah, tapi Ortu ane ngotot kaga
mau pindah dari itu rumah, terpaksa lah.. ane harus tetep siapin
mental.. biasanya kalau ada tamu nginep ditempat ane, pasti ngeliat

penampakan.. itu dah berkali2 terjadi.

Kisah Nyata Mengejar Setan Pocong Yang menangis
Tahun 1998 ketika aku br masuk SD kls 1. Kampung aku waktu itu tiap malam di teror suara2 serta penampakan pocong menangis di tengah malam. Asal mula munculnya pocong menangis ini ketika, salah satu warga kampung sebut saja Pak Misno meninggal dunia karena terjangkiti virus HIV AIDS. Semasa hidup, pak Misno terkenal sebagai orang berperangai kasar, suka mabuk2an, maen perempuan, dan sering di ketemukan sedang bermain judi di terminal oleh penduduk kampung. Semua penduduk tak ada yang berani sama pak Misno. Pak lurah dan para tokoh agama di kampungku sudah berulang kali menasehati dia. Tapi emang dasar kalau jiwanya sudah di rasuki iblis selamanya tetap akan jadi pengikut iblis. Kira2 hari Rabu malam, pak Misno dikabarkan meninggal di tempat pengasingannya di ujung kampung (dia mengasingkan diri karena malu sebagai pengidap HIV). Warga yang selama ini merasa di rugikan atas kelakuan pak Misno semasa hidup tak ada yang datang melayat, selain masih dendam, ada juga yang enggan datang karena takut dekat2 sama orang pengidap HIV AIDS, meski orangnya udah meninggal. Singkat ceritanya, jenazah pak Misno di mandikan, di kafankan, lalu di sholatkan di Mesjid. Dan di makamkan kamis siangnya yang hanya di hadiri pak lurah dan orang2 yang masih mempunyai hati nurani untuk membantu menguburkan si Mayat (termasuk bapak saya yang ikut menguburkan pak Misno). Jenasah telah di kuburkan, orang2 hendak meninggalkan kuburan 'Rumah Baru' pak Misno. Tiba2 terdengar bunyi gelegar suara guntur dilangit. Padahal cuaca siang itu lagi cerah banget. Astaghfirullah, berbagai macam spekulasi muncul di benak masing2 yang ikut menguburkan jenazah pak Misno. Termasuk bapak ku. Malam tiba, tepat malam Jum'at. Kampung yang sunyi tiba2 heboh dengan teriakan salah satu warga yang melihat ada pocong menangis melayang berputar2 di sekitar tempat pengasingan pak Misno dulu. Itu terjadi berulang2 tiap malam selalu gentayangan di seluruh pelosok kampung. Kadang terdengar menangis di teras2 rumah penduduk kampung. Warga yang semakin dicekam oleh teror pocong menangis berkonsultasi dengan para tokoh agama lalu merencanakan penangkapan pocong menangis malamnya kemudian. Setelah diadakan perundingan, para tokoh Agama akan segera melakukan penangkapan pocong gentayangan yang sering meneror kampungku dan seisinya. Lokasi penangkapan di lakukan di tempat bekas pengasingan pak Misno dulu sehabis shalat Isya. (Aku waktu itu pengen ikut melihat proses penangkapan pocong menangis itu tapi dilarang bapak karena masih kecil, dan aku ditinggal di rumah). Sekitar pukul 10 malam, rasa penasaran ku semakin memuncak. Aku ingin sekali melihat bagaimana orang2 hebat itu menangkap pocong menangis peneror warga kampungku. Dan aku nekad keluar melalui jendela kamarku. Lalu mengendap2 agak jauh dari rumah. Sudah agak jauh dari rumah, ku lihat kiri kanan sepi. Tak nampak batang hidung 1 manusiapun. Karena agak takut dengan suasana sepi di luar, aku lari sekencang-kencangnya menuju tempat penangkapan pocong menangis, Yaitu tempat pengasingan pak Misno dulu yang berjarak kira2 300 meter dari rumahku. Sampai sudah disana. Nafas ngos2an karena lari cukup jauh tanpa henti. Eh, belum selesai ngatur nafas aku kaget. Rumah yang aku tuju lengang, sepi, gelap tanpa cahaya lampu dan tanpa sebatang hidungpun manusia disana. Kemana semua orang?? Katanya prosesi penangkapan tu pocong disini?? Dan bapakku mana gak kelihatan! Belum selesai aku berpikir, tiba2 telingaku menangkap suara tangisan yang membuat bulu kudukku berdiri semua. Pandanganku terpaku pada sosok putih2 diatas atap yang menatapku dengan wajahnya yang menyeramkan penuh darah. Sosok itu melayang mendekat kearahku. Aku tak bisa lari. Kaki seakan terpaku ke bumi. Mulut terkunci, dan rasa takut semakin membuatku menggigil. Semakin mendekat aku semakin mengenali wajah sosok pucat penuh darah. Wajah pak Misno!! Lalu sosok itu berhenti kira2 5 meter dari tempatku. Dia lalu mengeluarkan suara tangisan dan badannya berguncang halus ke kiri kanan. Setelah itu aku tak ingat apa2 lagi. Pemandangan seakan gelap dan kabur. Setelah sadar aku menemukan diriku berada di Masjid dikelilingi Orang yang ku kenal, diantaranya adalah bapakku. Bapak lalu memelukku dan menanyakan keaadaanku, aku baik2 saja. Tapi kepalaku agak sedikit pening. Setelah itu aku demam dan sakit selama hampir 1 minggu. Ketika sakit aku sering mimpi buruk tentang pak Misno dengan wajahnya yang menyeramkan. Sakitku perlahan2 sembuh dan mimpi buruk itu lama2 hilang ketika aku di terapi oleh pak ustad kenalan bapak. Setelah sehat, aku menceritakan pengalaman seramku itu pada bapak dan keluarga lainnya. Dan apa jawaban bapak?? Ternyata malam itu lokasi penangkapan pocong itu di pindahkan ke kuburan pak Misno. Disana di bacakan doa2 untuk ketenangan pak Misno agar tenang di alam sana. Dan ternyata sosok pocong yang menyerupai pak Misno adalah sosok jin kafir yang selama ini adalah perewangan pak Misno. Jin itu berhasil di tangkap dan di kunci dalam tasbih pak ustad. Tasbih berisi jin kafir itupun kemudian di buang ke laut. Semenjak itu suasana kampungku tak lagi mencekam. Dan tak ada lagi gangguan pocong menangis. Sekarang aku udah kuliah semester 1 di salah 1 PTN. Dan kisah masa kecil itu kan slalu teringat sampai kapanpun ...

Kisah Nyata Wanita Penunggu Perempatan itu ternyata

Lima belas tahun yang lalu, tatkala aku hendak pulang kuliah dari lokasi kampus yang berada di kawasan Sampangan, Semarang seringkali aku melakukan kegiatan rutin, yakni mampir dulu untuk sekedar mencari hiburan. Waktu itu, waktunya agak malam dikit, kebetulan ada kuliah umum sehingga rada lama selesainya. Kebetulan malam itu film di bioskop di kawasan Metro cukup mengundang filmnya. Akhirnya lepas kuliah yang satu, yang satu ke perkuliahan lainnya maksudnya nonton bioskop. Pertunjukan dimulai jam 10.00 malam, dan film yang diutar cukup menegangkan. Sekitar 100 menit jantung ini dibuat ngap-ngap’an menikmati adegan film. Kelar nonton, buru-buru ngejar omprengan alias angkutan umum pengganti di waktu malam. Saat itu, aku menunggu omprengan di depan perempatan Peterangan yang cukup lenggang karena udah hampir jam 12 malam. Cuma beberapa orang yang berseliweran, tampak juga mobil-mobil yang biasa lalu-lalang cukup padat, malam itu hanya ada beberapa saja yang melintas. Pikiran sudah melayang entah kemana bersamaan asap rokok yang mengepul dari mulut. Beberapa menit berselang ada suara halus menegurku dari belakang, cukup mengagetkan memang. Tapi di satu sisi seperti percaya gak percaya ternyata dia wanita muda putih dan cantik. Lalu kita memulai percakapan dengan beberapa pertanyaan, “Mau kemana mas,” tanya lembut “Karangayu,” jawabku sopan banget deh “Kamu sendiri kemana mbak, ” tanyaku kemudian. “Tanjungmas, mau nganter ” tawarnya penuh mempesona “Kenapa nggak!” Nggak lama kemudian, kami menuju angkutan tujuan ke Tanjungmas, aneh tiba-tiba saja kendaraan itu melaju, meskipun tidak ada penumpang lain, tapi aku nggak perduli yang ada hanya kebanggaan yang luar biasa, ternyata orang seperti aku bisa juga berkenalan dengan wanita cantik seperti dia. Anehnya, hanya dalam hitungan menit, kami sampai di pintu pelabuhan Tanjungmas. Sampailah kami berdua kesuatu tempat, dimana di sana ada gardu listrik yang besar dan jalan masuk ke sebuah perkampungan yang sunyi, kamipun akhirnya tiba di rumah si cantik itu. Tiba di rumah, aku disuguhi beberapa potong kue dan air minum, tapi semuanya tak kuperdulikan karena mata, tangan dan tatapan ini tak mau lepas darinya. Seperti tersadar aku beristighfar. Lantas aku segera pamit pulang, tapi si wanita cantik itu menahanku dengan keras. Tapi aku tak mau kalah, dengan berbagai cara aku harus segera meninggalkan rumah itu. Terus-menerus mulutku berkomat kamit mengucapkan Asma Allah. Namun saat pulang aku menjadi kebingungan. Jalan yang tadi ternyata areal pertambakan dan semak belukar. Meski panik, aku terus beristighfar, Alhamdulillah ada suara adzan, dan tidak lama kemudian aku melihat lampu jalanan di seberang yang menandakan menuju jalan pulang. Alhamdulillah berkat suara adzan aku selamat dari sergapan hantu wanita tersebut.


Kisah nyata Pengalaman seram dari daerah Kawah Ratu,Gunung Salak, Bogor. 

Kejadian ini waktu SMU dulu. Kala itu pengalaman pertamaku berkegiatan outdoor. Singkat cerita, Kami naik angkot ke lokasi. Karena kabut tebal, supir angkot gak mau antar kami ke lokasi.Kami lanjutkan dgn jalan kaki. Karena kecapean, kami mampir ke sebuah warung.Ketika istirahat, penjual warung menyarankan kami untuk tidak mendaki. Cuaca buruk sekali. Seniorku pun mengamini perkataan si pemilik warung. Kebetulan ia juga merangkap sebagai penjaga villa. Jadilah kami menginap di villanya. Jarak dari warung ke villa kira2 500 meter.Harga sewanya pun gak terlalu mahal.Villanya pun bagus, besar dan luas. Ada 3 kamar tidur di villa itu, isinya pun lengkap. Hanya kamar mandi adanya diluar. Buat kami gak masalah sih. Tapi ada yang aneh dari villa ini, tampilannya rada menyeramkan. Ada tanduk rusa, photo-photo tua pemiliknya dan ada lukisan2 tua. Kami memutuskan menyewa 1 kamar saja. Dari 3 kamar yang ada, 1 kamar kondisinya aneh banget..gak pake pintu dan gak diberi lampu.Gelap abis. Waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB. Kami beranjak tidur, setelah sebelumnya tadi kami bermain kartu dan bernyanyi2.Kami semua tidur dikamar. Karena gak nyaman, aku dan salah satu temanku gak bisa tidur. Kami putuskan tidur diruang depan, pakai tikar dan selimut. Dan… Keanehan-keanehan pun mulai terjadi… Walau sudah pindah, entah kenapa aku tak bisa tidur. Padahal badanku cape banget.Posisi tidurku menghadap ke kamar tak berpintu. Karena takut, aku menutupi mukaku dengan selimut. Gak lama…tiba-tiba aku dengar suara orang jalan yg terseret-seret..Sreek,… sreekkk… Trus berhenti…gak lama kedengaran lagi..srekk…srekkk… trus berhenti lagi… Walau takut,tetap aku penasaran..sedikit ku intip dari balik selimut..mencari tahu darimana suara itu berasal… Astarghfirullah!!!!..Dari dalam kamar tak berpintu muncul sosok bapak2 berbadan besar…tubuhnya hancur seperti korban kecelakaan. Pakaian bapak itu compang-camping dan banyak noda darah. Mukanya rusak dan bersimbah darah kering. Tangannya kirinya putus setengah. Bapak yang mengerikan itu berjalan terseret2 menuju ke pintu utama…Dan itu tepat lewat di depanku. Aku kaku dibalik selimut. Aku diam, pengennya agar bapak itu tidak mendeteksi jika aku dan temanku ada disitu. Ketika tepat berada di depanku… Aroma anyir darah dan bau busuk menyengat hidungku. Kalau tidak karena takut ketahuan sama sosok itu, Aku sudah batuk krn gak tahan baunya. Ketika bapak menyeramkan itu sampai di depan pintu utama. Ia pun menghilang. Setelah menghilang, aku bangunkan temanku. Ternyata dia pun tidak tidur.. dan dia tahu kejadian barusan. Dan hal itu menambah rasa ketakutan kami. Aku dan temanku tdk tidur malam itu. Paginya kami langsung keluar dari villa untuk lanjutkan perjalanan ke kawah ratu. Aku dan temanku gak berani cerita ke yang lainnya saat itu. Ketika di kereta, perjalanan pulang menuju Jakarta, baru aku ceritakan pengalaman ku malam itu. Dan ternyata mereka pun mengalaminya. Mereka mengalami dihantui malam itu, namun sosoknya berbeda-beda..ada yang cewek, ada yang ibu-ibu dan ada juga anak kecil. Kondisi mereka sama semua..baju rusak, badan penuh darah..seperti korban kecelakaan. Pengalaman malam itu, benar2 jadi pengalaman pertama kami semua melihat makhluk dari dunia lain.

Kisah nyata Bertemu Hantu Ditengah Jembatan
Bibi gw seorang petani sayuran yang ulet, apapun yang ditanamnya hasilnya pasti memuaskan. Dia juga menjual sendiri hasil panennya. Walaupun dia perempuan tapi pekerja keras. Suatu saat panennya menghasilkan dan dia pun sibuk dari pagi hingga malam buat mengemas hasil panennya yang mau dijual. Seperti biasanya dia slalu menjual hasil panennya setelah larut malam sekitar jam 1-2 dini hari, sehingga barang dagangannya pun masih segar dan gk layu sampe di pasaran.
Suatu ketika di saat malam itu, bibi ku yang sudah menyiapkan dagangannya yang sudah dikemas dibawa ke pinggiran jalan tempat biasa bibi menunggu jemputan mobil. Emang biasanya ada mobil yang menjemput dagangannya, tapi kali ini jemputan agak telat gk kayak biasanya. Bibi yang sudah menunggu cukup lama, akhirnya bete juga! gkgkgkgk!!.
Entah berantah mau perlu apa, bibi ingin ke sebuah warung (mau ada yang di belinya). Dan kalau mau ke warung harus melewati jembatan yang cukup dikenal angker sama penduduk skitar. Jembatan itu panjangnya hanya sekitar 15 meter dan lebarnya hanya cukup muat 1 kendaraan (mobil) dan di pinggirannya rimbunan pohon bambu yang menjulang dari bawah jembatan hingga atas. Bisa di bayangin kan kalau malem kayak apa, udah gitu gelap lagi.
Nah disini awal cerita seremnya!!.
Bibi gw yang mau lewat di jembatan itu belum punya firasat apa2. Ketika udah nyampe di jembatan itu, tepatnya belum nyampe ke tengah, tiba2 hembusan angin gede dateng, sampe mengobat-abit rimbunan pohon bambu. Sempat berhenti juga di tempat dimana bibi berdiri. Udah gitu ada suara manggil2 bibi. Begini suaranya: "Arep nengendi bulek" (kalau bahasa Indonesianya: "Mau kemana bu!!". Ciri2 suaranya cowok, serak basah tapi gede suaranya dan keras, berasal dari bawah jembatan.
Langsung aja bibi percepat langkah. Sekitar udah nyampe tengah jembatan badan terasa lemes, gk berdaya, melihat ujung jembatan juga bukan makin deket malah makin jauh. Walau bibi merasa udah cukup ngeluarin tenaga buat lari, tapi anehnya gk nyampe2, kayak jalan di tempat aja. Gk cuma gitu aja, mr hantu pun menampakan dirinya. Seperti yang diceritakan bibi pada gw, itu hantu dari belakang munculnya, berbadan besar, tapi pendek, mirip gorila, bertaring 4 atas bawah, bola mata hanya satu dan besar. Bibi gw yang udah gk berdaya bagaikan berada di ujung tanduk, menoleh ke arah kanannya. Si mr hantu emang sudah berada di samping bibi gw yang juga menoleh ke bibi dan menunjukan wajahnya yang gk bakal mau di kenang lagi dah. Bibipun haya bisa terpaku menatapi wajahnya sampe beberapa menit.
Bibi pun ingat, dan melafadkan ayat2 suci Alqur`an. Gk lama setelah itu, si hantu pergi. Bibi pun terkulai lemas, hingga harus merangkak sampe ke ujung jalan. Selang beberapa saat dan gk lama kemudian terlihat sorot lampu mobil di hadapannya, ternyata itu langganan bibi yang biasa jemput dagangan bibi ke pasar. Pak sopirpun turun melihat keadaan bibi yang lagi bersandar di pinggiran jalan dan langsung menolongnya. Bibipun baru sadar kalau hari itu hari Jum`at.

Di laen cerita saat nyampe di pasar, dagangan bibipun laris, gk seperti biasa. Bahkan gk nyampe tengah hari bibi udah bisa pulang ke rumah dengan laba yang besar. Dalam hati bibi bertanya "Apa ada hubungannya sama kejadian tadi pagi?". Kalo menurut gw rejeki itu dateng dari yang maha kuasa, hantu itu cuma ingin menyesatkan kita aja.

Kisah Nyata Kostan angker
Gue Nawal. Gue pengen cerita tentang kostan gue yang sedikit menyeramkan.
Sedikit gambaran tentang kost gue... kost gue ini ada 4 bangunan. 1 bangunan kost cowo, 1 bangunan kost cewe, 1 nya gudang tua yang ga pernah dipakai dan 1 gedung baru yang belum selesai pembuatannya. Dua tahun yang lalu gedung tua itu dibongkar dan semenjak itulah banyak kejadian aneh...
Berawal suatu tengah malam teman gue yang bernama Ria, dia mendengar suara cewek menangis di depan pintu kamarnya. Semakin diperjelas, suaranya makin kedengaran tepat dibawah jendela kamarnya. Kejadian itu terjadi tiap malam. Ria pernah menceritakan hal itu pada anak2 tapi anak2 menanggapi dengan bercanda. Tapi Ria tetap yakin pada apa yang didengarnya malam itu. Karena sudah terbiasa dan untuk menghilangkan rasa takutnya, setiap malam dia tidak pernah mematikan tv.
Selang beberapa Minggu, kejadian aneh terulang lagi... tidak pada Ria tapi pada teman gue Lala. Kamarnya tepat disamping kamar gue. Cerita berawal dari Lala yang tiba-tiba udah beberapa malam tidur bareng gue di kamar gue. Biasanya dia suka tidur sendiri tapi waktu itu dia sering tidur di kamar gue. Gue mulai curiga...
Suatu hari gue bertanya pada dia (sedikit memaksa) apakah ada yang aneh atau tidak, karena gue tau dia bisa melihat something yang aneh2 gitu. Ternyata selama ini dia merasa ga enak pada kamarnya (bulu kuduk yang merinding, hawa yang ga enak, kadang bau yang ga enak dan ada "sesuatu" dikamarnya). Dia ga menceritakan pada anak2 karena takut kalau anak2 pada ketakutan. Emang iya sih gue juga merasa ga enak masuk ke kamar dia tapi gue kira cuma perasaaan gue doang. Dan ternyata bener...
Dan akhirnya gue, Lala dan Ria memutuskan untuk menceritakan ke ibu kost... dan akhirnya kita ke "orang pintar" sejenis kiai atau ustad hehehhee. Setelah diperiksa oleh ustad pada kamar kami (gue, Lala dan Ria), ustad itu menceritakan "Disini emang lagi banyak `sesuatu`, kejadian yang dialami Ria dan Lala itu bener".
Ternyata semenjak gedung kosong itu dihancurin, "sesuatu" disana ga punya tempat tinggal lagi... nah karena kamar Lala sering kosong (dalam waktu berminggu2) dan di dalamnya banyak benda2 yang disukai (lukisan gambar Lala, bunga edelweis yang dipetik dari gunung di Kab. Maros SULSEL), jadi "sesuatu" itu memilih tempat sementara buat tinggal. Oleh karena itu pak ustad suruh buat membakar semua barang2 itu, dan kamar kami diberi garam. Ga ngerti deh maksudnya buat apa. Demi kebaikan kita mengikuti semua prosesnya...
Hal yang terjadi pada Ria itu, kata pak ustad memang ada. "Something" itu sebenarnya ada dibawah tangga kamarku yaitu persis disamping kamar Ria (kamar Ria berada tepat dibawah kamarku). Maksud dan tujuan suara nangis itu, hanya pengen kasih tau keberadaan "dia" disana, biar kita lebih jaga2, lebih sopan dll.
Tiga bulan terakhir ini kejadian aneh tidak terjadi lagi...
Namun seminggu yang lalu, teman kampusku yang bernama Risma nginap di kamarku. Yang nginap malam itu ga cuma Risma tapi ada Ria juga. Pagi2 Ria menceritakan mimpinya semalam. Dalam mimpinya di sudut kamarku ada seorang cewe yang berdiri dan memperkenalkan namanya, namun Ria lupa namanya. Kata Ria sih namanya keBarat2an gitu, jadi dibecandain sama Risma sambil melihat di sudut kamarku. Risma berkata: "Nama lw Suyati ya?". Gue dan Risma langsung tertawa terbahak-bahak. Ria menegur kita, "Awas didatangin", tapi kita masih aja ketawa ngakak.

Dua hari kemudian Risma pulang ke kostnya. Tiba-tiba hawa kamarnya jadi tidak enak. Dia meminta gue nemenin ke pak ustad waktu itu. Setelah itu pak ustad menceritakan dan lagi2 kata2 Ria bener. Mimpi Ria itu bener, ada cewe di kamar gue. Dia disitu di dekat kamar mandi gue karena di kamar mandi gue ada softek bekas mens, dan kost Risma itu bener diikutin sama cewe di kamar gue itu... hihihihii

Kisah Nyata Ketemu Hantu di Ruang Kepala Sekolah 
Dulu pas gue SD, gue pernah ngeliat yang namanya “HANTU”, dan emang kata teman gue di sekolah itu bekas kuburan belanda. Gue sih nggak tau ya ! soalnya gue juga bukan orang situ .. Kata teman gue, tempat yang nyeremin di sekolah tuh toilet kelas 6, ruang komputer and perpus, gue sendiri pernah ngalamin yang di toilet kelas 6. Pas lagi ada eskul di sekolah, yah eskulnya sekitar jam setengah enamanlah (itu sore ya …!), terus ga tau kenapa gue kepingin buang air kecil tuh, padahal biasanya gue tuh ga pernah ke toilet kecuali cuci tangan doang. Nah gara2 kebelet banget nih, gue mutusin buat ke toilet kelas 6 ( soalnya lebih deket ). Pas gue nyampe depan pintu toilet, kayak ada jejak kaki di depan gue.. pas gue liat emang ada, cuma nggak berapa lama jejak itu ilang ga tau ke mana. Udah gitu pas gue lanjut ngelangkah ke dalem toilet, gue ngeliat bayangan di atas gue, kayak ada yang lewat gitu. Toilet di situ tuh pas masuk langsung ada pintu di samping kiri, pintu itu buat gudang, terus ada lorong belok ke kiri buat tempat cowok, sama lorong kanan buat tempat cewek. Kamar mandinya tuh ga ada lampunya tau ..! Terus gue abis dari toilet langsung aja keluar buru2, gue terus cerita ke teman gue, katanya dia juga pernah ngalamin kayak gitu.. Terus pas malem2 ada acara tidur di sekolah tuh. Gue sama teman gue belum juga bisa tidur. Akhirnya gue sama teman gue iseng aja jalan2 ke ruang kepala sekolah, ruangnya ke buka. Terus teman gue ngajakin masuk, yaudah deh gue sama teman gue masuk. Terus pas masuk gue ngeliat ada orang yang nguap gitu, di sofa kepala sekolah. Kirain gue kepala sekolahnya ikut tidur juga di sekolah, terus gue mau salam sama dia ( biasalah anak kecil, caper !!), tapi pas gue ngeliat ternyata itu cewek, rambutnya panjang, ngebawa2 kertas ( ga tau tuh tulisannya apaan ) terus gue bilang teman gue “Larii”, taunya dia udah lari duluan, gue di tinggalin gitu.. waduuh !!

Toilet Sekolah yang berhantu
Namaku Reza, aku bersekolah di salah satu SMA Swasta di kota Bandung. Sekarang aku beranjak naik ke kelas 2, selama kurang satu tahun lebih aku bersekolah disana akhirnya aku tahu cerita yang tersimpan di balik kelasku ini. Ada yang bilang kalo sekolahku ini dijuluki sekolah paling seram di kota Bandung, karena ini juga sekolahku ini adalah tempat persimpangan makhluk halus.
Awalnya aku tidak begitu percaya sampai aku mengalaminya sendiri. Sekitar jam 5 sore aku masih latihan basket di lapangan sekolah, karena minggu depan akan ada turnamen antara SMA. Jadi sampai saat ini anak-anak basket latihan lebih lama daripada biasanya.
Akhirnya sampai juga “Bro, aku ke kamar mandi duluan ya”, kataku kepada teman-temanku. Aku berjalan tenang melewati lorong kelas yang sudah tampak gelap dan sepi. Setibanya di kamar mandi, aku gantungkan tas ku dan mulai mandi. Beberapa saat ketika aku mandi, tiba-tiba saja lampu kamar mandinya mati. Aku berhenti menyiram tubuhku dan mulai mendekatkan telingaku ke pintu, dengan harapan aku tahu siapa orang yang mematikan lampu kamar mandi ini.
Beberapa saat aku terdiam, ternyata tidak ada suara teman-temanku. Aku membuka sedikit pintu kamar mandi untuk melihat keadaan diluar dan ternyata keadaan diluar pun sama gelapnya. Aku mulai menutup kembali pintu lalu memakai baju, aku berpikir jika aku teruskan mandi sudah tidak kondusif lagi.
Ketika aku sudah memakai bajuku, aku menggeserkan tubuhku sedikit ke kanan dan aku menginjak sesuatu. Ini seperti kaki seseorang, lalu aku mulai mundur beberapa langkah menuju tembok. Dan di dalam kegelapan itu aku seperti merasakan ada seseorang bersamaku. Aku segera mengambil tas yang aku gantungkan di belakang pintu, karena panik aku pun terjatuh. Aku mulai membungkukan badanku meraba-raba mencari tasku. Tiba-tiba aku mendengar suara yang sedang bernafas, jelas sekali itu bukan suara nafasku.
Hembusan nafas itu sangat kuat, dan badanku mulai merinding. Keringat dingin mulai bercucuran di keningku, tanpa pikir panjang aku ingin segera keluar dari sini. Aku mencari gagang pintu yang ada di sisi kiriku, namun pintu kamar mandinya susah terbuka. Dan dibelakangku terasa sebuah angin dingin yang berhembus, seperti meniupi pundak ku.
Suara hembusan nafas ini membuatku sangat takut, aku memberanikan diri membalikan tubuhku dan tidak ada siapa-siapa. Jantungku kini semakin berdegup kencang, aku ingin berteriak memanggil teman-temanku namun aku tidak bisa. Tubuhku sekarang menjadi kaku, badanku sama sekali tidak bisa digerakan dan tiba-tiba ada sesuatu yang bergerak-gerak di atas kepalaku.
Sekarang aku merasakan ada sesuatu yang menyentuh rambutku. Sedikit demi sedikit dan kali ini teksturnya mulai terasa. Ini adalah rambut, sebuah rambut yang sangat panjang dan menutupi wajahku. Sekuat tenaga aku berusaha memberontak, namun seperti ada yang memeluk dari belakang dengan sangat keras. Aku semakin tidak bisa bergerak, dan nafasku tidak bisa berjalan dengan lancar. Dan kali ini suara hembusan nafas itu terdengar jelas dari atas kepalaku.
Aku mulai membaca doa di dalam hati, sambil mengingat doa-doa yang aku hapal. Namun sulit sekali untuk mengeluarkan suara sampai akhirnya aku bisa bergerak dan ketika aku lihat ke atas. Aku melihat sebuah wajah dengan mata yang sangat merah. Hanya beberapa detik saja aku melihat sosok itu dan tidak lama sosok itu menghilang.
Badanku yang kaku sudah bisa aku gerakan, dan aku segera berlari keluar. Di depan aku bertemu dengan teman-temanku yang sudah menunggu di pos satpam. Aku segera menceritakan kejadian tadi kepada teman-temanku, dan temanku pada kaget. Lalu ceritaku ditanggapi oleh seorang satpam yang mengatakan bahwa aku memang salah. Aku salah karena sudah memakai kamar mandi itu, konon sejak dulu daerah kamar mandi itu memang angker. Makanya setiap malam lampu dimatikan agar tidak ada yang pergi kesana.

Satpam itu lanjut berkata, dia tidak tahu kalo aku lagi ada disana. Karena saat tadi dia lewat, semua pintu kamar mandi terbuka dan kosong. Aneh, padahal jelas sekali tadi aku ada didalam salah satu kamar mandi itu.

Kisah Nyta Pesugihan : Korban Tumbal Pesugihan
Seperti biasa aku akan menggunakan bahasa aku sebagai pelaku,kisah ini nyata terjadi di sebuah kota L,di Jawa Timur yang dialami oleh sahabat saya sendiri,bahkan hingga kisah ini dimuat sesungguhnya yang terjadi masih tersimpan rapat,tiada satupun keluarga yang tau,namun itu menjadikan dia dihimpit perasaan yang sedikit mencekam,mungkin dengan dia berbagi kisah disini,bisa sedikit memberi kelonggaran apa yang selama ini dia rasakan.
Aku anak sulung dari tiga bersaudara,hidup keluarga kami terbilang pas pasan namun aku sebagai anak sulung ingin cepat cepat membantu meringankan beban orangtua ,dan agar asap didapur terus mengepul serta membantu membiayai adik adik sekolah,meskipun sempat terpampang dibenak saya ingin menikmati bangku kuliah.Namun semua itu aku tepis,aku sadar masih ada dua adikku yang masih membutuhkan biaya hingga SMU,orang tuaku menghidupi kami dari sebuah hasil panen padi saja,ya orang tuaku seorang petani.Jadi sebagai anak sulung aku harus bisa memberi contoh ke adikku ,nikmati hidup yang ada didepan kita.
Setelah tamat SMU, aku mencari kerja di Surabaya hingga bertemu dengan sahabat saya,ya dia ini admin salah satu di page ini,dan disinilah kisah ini saya mulai.Aku bekerja disebuah Finance Pembiayaan Kredit motor,sebagai tenaga penagihan,gajipun terbilang cukuplah buat seorang bujangan seperti diriku,setiap dua minggu sekali aku menyempatkan diri pulang menenggok ayah dan ibu dan tak lupa memberi jajan pada kedua adikku,tidak seberapa sih,namun cukup membuat mereka senang.
Awal bencana ini,bermula dari adikku,ya namanya anak tau ada temannya punya HP dia pasti kepingin apalagi dia sudah SMP,aku hanya janji.
“ nanti ya kalau kakak gajian,nanti kakak belikan”,kataku padanya.
Namun ternyata adikku tidak sabaran terus merengek pada ibuku,alhasil ibu pinjam uang pada seorang rentenir,dikampung saya ada seorang rentenir,dia pendatang dikampungku dia berasal dari Pulau S,namun semua mengatakan kejamnya luar biasa dan anehnya tiada satupun warga yang berani menentang dia,semua takut dan tunduk walaupun rentenir itu menyita barang sebagai jaminan ketika tidak bisa membayar tepat waktunya,belum lagi bunga terus berbunga,dan dendapun bisa juga berbunga,gilakan??namun yang namanya keperluan,semua itu membutakan mata semua warga.Padahal dikampung waktu itu ada koperasi Simpan Pinjam,gak tau juga banyak warga yang pinjam ke rentenir tersebut.
Awalnya aku tidak tau,kalau ibu saya salah satu orang yang ikut hutang di rentenir tersebut,setiap saya pulang ku lihat seperti ibu memendam sesuatu namun diam saja,dan aku sedikit terkejut sewaktu kulihat adikku sudah punya HP.
“aduh hp baru,siapa yang belikan?”tanyaku
“ibu,kak “jawab adikku
Aku kekamar ibu dan bertanya kepada beliau,dan ibuku mengiyakan katanya hasil tabungan yang sedikit demi sedikit dikumpulkan buat belikan HP kedua adikku,aku percaya saja.
Seminggu sudah aku pulang dari kampung halamanku,rasanya letih tubuh ini,setelah seharian bekerja dibawah teriknya,namun saat mau merebahkan tubuhku dengan mata sedikit terkantuk,tiba tiba ,HP ku berbunyi ,aku lihat adikku yang telepon.
“ya ,dek ada apa”tanyaku
Hanya isak tangis yang kudengar,dengan suara yang tersendat sendat adikku berbicara juga.
“ibu kak,ibu,”jawabnya sambil terisak
“ya,ada apa ama ibu”jawabku seolah tidak ingin terjadi apa apa.
“cepat pulang sekarang kak,”isak adikku.
Tanpa membuang waktu aku langsung beranjak,tak kupedulikan tubuh letihku,yang ada dalam benakku aku harus pulang,aku ingin tau ada apa ama ibuku,sosok wanita yang paling aku sayangi.
Kupacu motorku denganku kecepatan tinggi,namun tak lupa doa doa terus kupanjatkan agar aku sampai dengan selamat dirumah.tak perlu waktu lama 2jam sudah aku tempuh,akhirnya sampai juga.
Aku masuk disana,kulihat ibuku mengerang kesakitan dan ayah serta adikku hanya menangis,akupun langsung menubruk tubuh ibuku.
“Ibu,ibu kenapa bu”,tanyaku
“ibu,tidak apa apa nak,”jawabnya
Aku marah pada ayah dan adikku,kenapa tidak dibawa kedokter?kata ayahku,ibuku yang tidak mau.
Aku lihat pucat pasi wajahnya,sambil mulutnya meringis menahan sakit didalam tubuhnya,aku semakin menangis dan terus memberikan kata kata ,ibu ucap bu Istiqfar.
Allah Allah Allah,aku terus membisikkan kalimat itu ditelinga ibuku.
Namun Allah berkehendak lain,ibuku meninggal tepat pukul 3 dini hari,bisa terbayangkan gimana meledaklah tangis seisi rumah.aku hanya termenung,aku belum bisa membahagiakan dia.dan ada satu ganjalan dihatiku ibuku sakit apa?karena selama ini dia baik baik saja,esok paginya acara pemakaman ibupun dilaksanakan,dengan perasaan belum ikhlas aku mengantar kepergian ibuku,aku harus mencari tau ada apa dengan ibuku,mungkin ini nuraniku sebagai anak merasakan ada yang tidak wajar dengan kematian ibuku,mata melotot seolah tercekik dan raut wajah seolah ketakutan yang teramat sangat.
Malam hari setelah acara Tahlilan,aku menemui ayahku,aku merasa ayah pasti tau,pasti ada yang diarahasiakan dibelakangku,akhirnya ayah cerita,bahwa ayah dan ibu mempunyai hutang pada rentenir dengan nominal 5 juta dan dalam tempo 5 bulan tidak bisa kembalikan dengan bunga berbunga hutang itu kini jadi 12 juta,gilaaa itu teriakku,aku menyesalkan kenapa tidak cerita ke aku?semenjak tidak bisa bayar hutang itu,ibuku gelisah teramat sangat.
Paginya aku belum kembali bekerja,sengaja aku mengajukan cuti ,dan pergi ke warung kopi tak jauh dari rumah,ya sekedar ingin mencari info tentang gimana sepak terjang rentenir itu,jujur dalam hatiku langsung negative ke rentenir itu,bahwa kematian ibuku ada hubungannya dengan dia.
‘hai,sapaku pada kawan kampungku,mereka teman saya sewaktu kecil’
“hai,Aldi.”sapa mereka
Aku ikut membaur bersama mereka,dan mereka mengucapkan turut berduka cita,kepadaku. diakhir perbincangan aku pamit pada mereka karena terdengar suara adzan dhuhur sudah berkumandang.
Tiba tiba ditengah jalan,ada temanku tadi yang memanggilku,
Aku berhenti,aku tanya ada apa?
Aku mau sedikit cerita tentang yang tadi kamu tanyakan diwarung,tentang rentenir itu,aku ajak temanku itu berhenti dan duduk sejenak di bawah pohon rindang yang ada didepanku.temanku bercerita dia rentenir kejam dan sudah ada tiga nyawa yang melayang karena ulahnya,aku tidak langsung percaya ,kok bisa ?tanyaku.ya semua yang meninggal pasti yang berhutang padanya,dia punya ilmu yang itu pesugihan kuda,jika mata kamu bisa menembus alam gaib,maka didepan rumahnya kamu akan lihat dipintu rumahnya dijaga seekor kuda berkepala manusia,dan coba kamu lihat dibawah ranjang ibumu pasti ada bulu seperti bulu kuda,ahhh masak?jawabku.coba kamu cari sekeliling kamar ibummu,karena dua orang kemaren yang meninggal sempat menemukan ada bulu kuda dibawah ranjangnya dan bermimpi dikejar kejar kuda.
Aku langsung pamit pulang,dan mencoba percayai kata temanku ini,aku masuk kamar ibuku,tak kupedulikan ada ayahku yang lagi sholat,aku cari dibawah tempat tidur tak ada bekas bulu,namun aku masih belum puas juga,namun tiba tiba pikiranku ingin membuka dibawah kasurnya,Ya Allah aku temukan banyak sekali bulu bulu halus disana,ayahkupun bertanya dan mendekatiku,
“Ada apa?tanya ayahku.”
Aku ceritakan yang tadi disampaikan ayahku,dan sepertinya ayah sudah tau itu semua,memang sempat ibuku sebelum meninggal seperti mimpi dikejar kejar kuda,itu kata ayahku,namun ayahku tidak mau cerita takut melahirkan dendam dihatiku,namun ternyata semua itu benar nyatanya,ya aku dendam,aku harus menuntut balas kematian ibuku.
Pagi pagi benar aku berangkat ke kota B,di Jawa Timur dimana yang notabene banyak orang bilang dikota tersebut rajanya santet,nyawa orang disana hanya seharga satu pak rokok,dan bisa juga pagi sehat sorenya gila hanya imbalan satu batang rokok.tergantung permintaan kita dan segala risikonya kita yang menanggung.
Dengan bekal alamat yang kudapat dari seorang sahabat,akhirnya pondokan didalam hutan dipinggiran desa di Kota tersebut aku temukan juga,katakanlah dia seorang dukun sakti bernama 
Ki P,dan aku menceritakan semua permasalahan yang terjadi dengan keluargaku,tujuanku sebenarnya hanya ingin cari tau apa bener ibuku jadi tumbal atau santet dari rentenir tersebut,dan rupanya Ki tersebut cukup paham apa yang berkecamuk dihatiku.dia meninggalkan aku disebuah ruangan yang dengan bau kemenyan teramat sangat menyesakkan nafasku,Aki tersebut masuk ketempat spiritualnya,dan satu jam kemudian aku tersebut membawa sebuah gunting.dia mengatakan padaku.
“ibumu meninggal belum ada 40 hari,ya ibumu jadi tumbal dan nyawanya ada diantara dua alam,ibumu tidak tenang dan akan jadi budak dikerajaan kuda.namun jika kamu berani bongkar kuburan ibumu dan tanamlah gunting ini disamping pocongnya dengan mulut kamu yang menaruhnya,setelah itu baca mantra yang aku kasih ini,dan ibumu akan bangkit dia akan menunjukkan siapa yang telah menyakitinya,jika memang terbukti bahwa rentenir itu yang membunuhnya maka gunting ini akan menancap di jantungnya,jika kamu sanggup,aku akan beri mantranya dan hari hari dimana itu sebuah pengapesan/hari sial bagi sang pemuja kekayaan,dan hari itu juga kamu harus membongkar kuburan ibumu.akupun mengiyakan demi kesempurnaan ibuku,itu yang ada dipikiranku.
Aku langsung pulang kerumah,dan aku panggil 4 sahabat kecilku,aku butuh bantuan mereka buat perencaan yang telah aku dapat dari si Aki,rupanya temanku tidak keberatan karena rentenir itu cukup meresahkan penduduk.namun mungkin ini hari yang kutunggu,si Aki memberi petunjuk lewat mimpi bahwa malam ini adalah hari naas nya rentenir tersebut,cepat cepat pagi itu juga aku menghubungi temanku.untuk mempersiapkan acara bongkar kuburan ibuku.tepat pukul 12 malam aku langsung kekuburan ibu dan tak lama aku lihat pocongnya berubah jadi sebuah gedebog pisang dimataku tapi dimata temanku tetap masih pocong ibu,aku lakukan semua sesuai perintah Aki,dan aku kuburkan gunting di samping pocongnya,setelah itu kembali tanah aku urukkan tanah,dan seperti sedia kala,biar besok tidak heboh ada kuburan orang terbongkar.
Aku kembali kerumah pukul 3 dini hari dan aku pergi tidur,esok harinya berkumandang dari suara balai desa bahwa rentenir itu meninggal dunia terkena serangan jantung.aku langsung loncat dan buru buru mandi ingin menyaksikan jenazahnya,Masya Allah aku lihat dadanya tertusuk gunting yang ku taruh di kubur ibu,dan wajah wanita itu seolah melotot dan jarinya menunjuk padaku,itu yang aku lihat,aku berteriak dan langsung keluar,namun dimata semua orang rentenir itu meninggal biasa saja tanpa ada darah dengan mata terpejam layaknya orang mati biasa,namun di mataku dia meninggal dengan amarah yang memuncak,seolah akan ada balas dendam.
Demikian kisah ini masih saya simpan rapat dari keluarga dan hanya sahabat saya tadi yang tau dimana mereka membantu membongkar kuburan ibuku,kini aku setiap malam dan setiap hari tiada pernah ketenangan hingga cerita ini aku kisahkan.masih terus terngiang ringkik kuda setiap malam terkadang aku melihat sosok wanita yang mirip dengan rentenir itu dengan terus menunjukkan tangan padaku.aku hampir gila terus terusan dikejar ama bayangan semua itu.kini aku menetapkan tinggal disebuah pesantren yang dipimpin seorang seorang Kyai dia akan merukyah aku,dan menghindarkan aku dari dendam wanita itu yang memang arwahnya menuntut balas,karena didalam wanita itu ada iblis yang bersemayam

Satu pesanku,bahwa dendam tidaklah membawa ketenangan dalam hidup


Kisah Nyata Pesugihan: ISTRIKU PEMUJA PESUGIHAN POCONG 
Shinigami || Siang itu, warung soto Akmadi yang ada di Kota Mojokerto ramai sekali. Pada jam makan siang, warung makan yang letaknya cukup dekat dari Alun-Alun Kota Mojokerto memang selalu penuh sesak pembeli. Mereka yang makan tidak saja dari orang-orang tua, namun, ada juga keluarga muda, bahkan anak-anak yang masih remaja juga ikut menikmati lezatnya warung soto Akmadi.
Jika sudah begitu suasana menjadi riuh seperti di pasar. Sambil makan, tidak sedikit dari pembeli yang asyik bercanda dan bertelepon ria. Bahkan ada yang foto-foto sambil menunggu pesanan yang belum datang.
Saat potret memotret, tidak ada yang menghebohkan dan hasilnya biasa saja. Konon, justru setelah tidak berada di warung milik Akmadi peristiwa aneh itu baru terjadi. Saat hasil fotonya dilihat di layar tampak keanehan, yaitu salah satu yang dipotret itu ternyata seperti sedang di pangku sesuatu yang aneh berwarna putih menyerupai wujud pocongan. Dari beberapa pemotretan hanya sebuah foto yang menampakkan gambar seperti itu.
Berita foto penampakan orang yang dipangku pocongan tersebut ternyata cepat menyebar, termasuk gambarnya juga menyebar dari handphone ke handphone lain. Setelah kehebohan itu, justru malah ada beberapa orang yang mengaku melihat penampakan pocongan yang sedang memangku seorang pembeli saat mereka berada di warung tersebut. Herannya, setelah ada peristiwa itu, justru yang lain malah ikut-ikutan menambah-nambahi.
Ada lagi yang menyebutkan jika orang yang sering makan di warung tersebut bisa-bisa akan dijadikan tumbal pesugihan pocong. Tak menunggu waktu lama, akibatnya isu itu warung makan milik Akmadi sepi pembeli. Akmadi yang merasa tidak melakukan apa-apa dan tidak mengetahui isu pesugihan itu, menjadi heran sendiri. Hari itu, tidak ada seorang pembeli pun yang makan di warungnya. Kemarin masih ada satu-dua orang pembeli, namun sekarang tidak ada sama sekali yang mampir di warungnya. Istrinya yang biasa membantu melayani pembeli sudah pulang terlebih dulu, mungkin karena warungnya sepi.
Akmadi merasa lelah sekali hari itu. Jika dulu badannya lelah karena melayani pembeli, sekarang badannya lelah menunggu pembeli yang tidak ada satupun yang datang. Capek melayani pembeli membuat hatinya senang. Tapi capek karena tidak ada pembeli tidak hanya membuat badannya yang lelah, tapi hatinya juga merasa nelangsa.
Dalam hati, lelaki ini terus bertanyatanya, ada apa ini, kenapa hanya dalam waktu tidak sampai seminggu warungnya menjadi tidak ada pembeli sama sekali? Malam itu, sebelum menutup warungnya, Akmadi sudah bertekad akan mencari jawabannya. Ia akan menanyakan hal itu kepada salah seorang temannya, yang sama-sama membuka warung di sekitar situ.
Dulu, warung soto milik Akmadi yang ada di Kota Mojokerto itu tak pernah sepi pembeli. Setiap kali dibuka mulai pukul 09.00-21.00 WIB, warung itu selalu ludes diserbu pembeli yang ingin menikmati sotonya yang sebenarnya banyak terdapat di tempat lain. Warung soto milik Akmadi seolah menjadi ciri khas Kota Mojokerto.
Orang-orang dari luar Kota Mojokerto juga banyak yang mengenal dan suka makan di warung sotonya jika kebetulan melintasi Kota Onde-Onde ini. Di samping rasanya yang memang enak, harganya juga terjangkau. Begitu rata-rata alasan pelanggannya. Sekitar pukul 21.00 WIB, Akmadi menutup warungnya. Ia menyempatkan keluar sebentar untuk menengok ke kanan dan kiri, barangkali ada calon pembeli. Tapi, malam itu memang kelihatannya tidak ada seorang pun yang akan mampir di warungnya. Ia melihat beberapa warung yang menyediakan menu lain, selain soto, telah tutup dan hanya warung milik Tono, penjual sate ayam yang masih buka.
Sebelum menutup warungnya, Akmadi sempat menarik nafas dalam-dalam sembari berucap dalam batin, mungkin sepinya warung soto ini adalah cobaan yang diberikan Tuhan kepadanya. Sebab, dulu sewaktu warungnya ramai ia lupa bersyukur atau kurang bersyukur. Karena itu ia harus tabah dan sabar dalam menghadapinya.
Dengan sabar, ia yakin tidak akan membuat hatinya semakin gelisah Malam itu, usai menutup warungnya, Akmadi mendatangi Pak Tono, penjual warung sate ayam yang masih satu deretan dengannya. Ia berkeluh kesah kepada temannya yang asal Madura itu tentang warungnya yang tiba-tiba menjadi sepi pembeli.
“Jadi kamu sendiri belum mendengar tentang isu mengenai warungmu, Di?” Tanya temannya tersebut.
“Belum, memangnya ada apa, No?”
Akmadi balik bertanya. Tono akhirnya menceritakan apa yang didengarnya secara terperinci. Mulai dari foto salah seorang yang katanya dipangku pocongan sampai warungnya yang sewaktu-waktu bisa minta tumbal. Tak hanya bercerita, Tono juga menunjukkan gambar seorang gadis yang katanya dipangku pocongan lewat telepon genggamnya.
Mendengar cerita itu, Akmadi hanya geleng-geleng kepala sambil sesekali menarik nafas dalam-dalam. Tapi, saat ditunjukkan gambar gadis yang katanya dipangku pocongan, Akmadi kurang yakin jika gambar itu diambil di warungnya.
Sebab, latar belakangnya tidak jelas dan bisa saja foto itu hasil rekayasa seperti fotofoto artis yang sering didengarnya di berita infotaiment di televisi. Ia yakin bahwa isu itu dihembuskan orang yang tidak senang pada warungnya. Tapi, siapa yang tega melakukannya?
Malam itu, dengan perasaan galau Akmadi pulang ke rumahnya yang tidak terlalu jauh dengan berjalan kaki. Barang dagangannya ditinggalkan begitu saja di warungnya, tanpa ada yang dibawa pulang. Seperti biasanya Ia masuk ke dalam rumahnya yang sudah sepi dan pintunya tidak dikunci.
Mungkin istri dan anaknya yang sudah berumur 7 tahun sudah ketiduran sehingga sampai lupa mengunci pintu rumah, batin lelaki ini. Tapi, sampai di ruang tengah dan di dekat kamar yang biasa digunakan untuk menaruh barang-barang,Akmadi mendengar sesuatu yang aneh. Suara itu lirih sekali, tapi ia seperti mengenali siapa yang menguncapkan kata-kata yang berulang-ulang menyerupai pembacaan mantera itu.
“Kadang jin mayit, kadang jin duit! Kadang jin mayit, kadang jin duit!” begitu kalimat itu terdengar sampai berkali-kali. Tiba-tiba datang hembusan angin yang entah dari mana asalnya.
Akmadi yang sedang mendekati ruangan itu sampai dibuat merinding bersamaan dengan datangnya tiupan angin tersebut. Sementara dari dalam kamar, Akmadi masih mendengar suara yang mengucapkan mantera berulang-ulang itu. Tiba-tiba lagi terdengar suara seperti benda jatuh. Setelah itu suasana kembali sunyi.
Saat Akmadi memberanikan diri untuk mengintipnya, ternyata di dalam kamar istrinya sedang menghadapi sebuah benda yang terbungkus kain putih meyerupai wujud pocongan. Tak kalah kagetnya, saat benda menyerupai pocongan itu dibuka ternyata di dalamnya berisi uang tunai yang jumlahnya menggiurkan saking banyaknya. Akmadi seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tapi, rasa penasaran membuat keberaniannya muncul untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan istrinya.
“Apa yang kamu lakukan, Sri?!” tanya
Akmadi menyebut nama panggilan istrinya yang bernama lengkap Sriatun itu. Sri terkejut, namun cepat-cepat wajahnya berganti dengan senyuman begitu mengetahui yang datang adalah suaminya.
“Kita kaya raya, Mas! Kita kaya raya, Mas! Lihat ini, semuanya adalah uang! Tidak apa-apa warung soto kita sekarang sepi, tapi sekarang kita bisa menjadi kaya raya dengan uang ini!” Ucap istrinya menyakinkan Akmadi.
“Jadi selama ini diam-diam kau memuja pesugihan pocong, Sri? Berarti benar apa yang diisukan orang-orang tentang warung soto kita, Sri?!” Tanya Akmadi seolah masih belum percaya dengan apa yang dilakukan istrinya. Sriatun tidak menjawab pertanyaan suaminya. Ia diam seperti mengiyakan atas semua yang telah terjadi. Akmadi sempat tidak setuju dengan apa yang dilakukan istrinya yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan. Ia takut bahwa semua itu akan menimbulkan sesuatu yang tidak baik, membutuhkan tumbal misalnya. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa, sebab semua sudah dilakukan istrinya tanpa sepengetahuannya. Dan, penyesalan itu semakin mendalam saat anak semata wayangnya meninggal di jalan raya akibat ditabrak kendaraan bermotor sepulang dari sekolah. Akmadi sempat menduga, jangan-jangan itu akibat tumbal bagi mereka yang memuja pesugihan pocong? Tapi, pikiran itu sirna saat ia hanyut dalam kenikmatan yang dihasilkan dari memuja pesugihan pocong yang dilakukan istrinya.

Konon, selain bisa menarik harta benda secara langsung yang menyerupai pocongan, mereka yang menganut pesugihan pocong juga ikut terbantu jika mempunyai usaha warung makanan, dagang dan sejenisnya. Caranya, pocong pesugihan itu bisa menarik pelanggan. Pelanggan bisa merasa nyaman, betah, dan ingin kembali ke tempat yang diikuti pocong pesugihan. Tapi apa yang dilakukan Sriatun, istri Akmadi, tentu saja tak sebanding dengan resiko yang harus mereka tanggung. Kenikmatan duniawi yang mereka reguk akan sirna dalam sekejapan mata. Tapi siksa dikemudian hari harus mereka tanggung sepanjang masa. Sebuah perbuatan tercela yang tak pantas untuk diikuti.

Kisah Nyata Pesugihan : Pesugihan Kain Kafan mayat
nilah nasib manusia, hampir tak ada tempat yang tenang untuk berdiam di muka bumi ini. Bahkan sesudah meninggal pun masih saja ada manusia yang usil untuk mengganggunya. Mungkin pembaca masih ingat peristiwa beberapa tahun yang lalu di desa Pelumutan, Purbalingga.
Sumanto dengan berani dan nekat mengusik ketenangan mayat nenek Rinah dengan mencuri tubuhnya untuk dimakan. Lain lagi Parman, 40 tahun, (bukan nama sebenarnya), seorang nelayan warga desa Kawunganten, Cilacap. Dia mengusik mayat seseorang dengan maksud hanya untuk mengambil kain morinya sebagai media pesugihan.
Parman dengan tega mengabil satu-satunya barang si mayat yang dia bawa ke alam kuburnya, yaitu selembar kain mori.
Sifat nekatnya ini dikarenakan beban hidup yang menghimpit keluarganya. Dia megikuti jalan seperti yang pernah ditempuh oleh temannya yang sekarang menjadi kaya raya. Berkat kenekatan dan keberaniannya, mencuri kain kafan atau mori orang yang mati pada malam Jum’at Kliwon atau Selasa Kliwon, Parman berharap bisa memperoleh apa yang dia inginkan sehingga bisa menjadi kaya raya dan tidak lagi mengontrak rumah mungil di perkampungan nelayan. Ritual ini dianggapnya paling mudah dan sederhana. Karena jika dia berhasil mengambilnya, dia bisa meminta apa saja pada sosok mayat yang diambil morinya itu, sebagai tebusan. Seperti petunjuk Badrun (bukan nama sebenarnya).
“Kenapa harus orang yang mati pada hari Jum’at atau Selasa Kliwon yang digunakan sebagai ritual pesugihan?” Tanya penulis saat itu. Menurutnya, ini sudah menjadi syarat ilmu kejawen dam ritual pesugihan kain mori yang dipercaya sejak dulu.
Berbulan-bulan Parman menunggu dan mengintai orang yang meninggal pada hari tersebut. Tak jarang dia menyelidiki, mencari informasi secara diam-diam hingga ke kampung sebelah. Kalau-kalau ada yang meninggal di hari yang dia harapkan agar bisa digunakan sebagai media ritualnya.
Hingga akhirnya dia menemukan orang meninggal seperti yang diharapkan itu.
“Beruntung sekali aku waktu itu, yang meninggal adalah seorang anak kecil. Sehingga aku bisa dan berani mengambil kain kafannya. Jika saja yang meninggal orang sudah dewasa, mungkin aku tak sanggup untuk mengambilnya. Karena si mayat tidak akan mungkin rela selimutnya (kain penghangat tidurnya) saya ambil. Dia akan mempertahankan kain mori itu sehingga akupun harus berkelahi dengannya di liang kubur,” cerita Parman mengawali kisahnya.
Memang benar, taruhannya nyawa untuk memperoleh dan merebut kain mori yang sedang dipakai oleh si mayat. Diamping harus waspada terhadap orang lain agar tidak diketahui, juga harus mati-matian dalam proses pengambilannya. Ketika menggali kuburan, tidak boleh menggunakan bantuan peralatan apapun. Jadi harus menggunakan kedua tangan. Hal inilah yang harus diperhatikan, agar ritual tidak sia-sia.
Kemudian setelah membuka tali pengikat mori, kita harus secepatnya untuk menarik kain mori tersebut menggunakan gigi. Seberapa pun yang kita dapatkan itulah yang harus kita bawa pulang sebagai media pesugihan. Jadi kita tidak boleh mengambilnya berulang-ulang kali, cukup sekenanya saja. Beruntung jika kita bisa mendapatkan yang cukup lebar sehingga kita bisa semakin kaya.
Menurut Parman jika sang mayat sudah nampak (kelihatan), disinilah kita harus berhati-hati. Karena si mayat akan cepat menyerang kita dan memperthankan kain mori yang digunakan untuk selimut baginya. Percaya atau tidak, setiap orang yang haus akan harta, dan melakukan ritual ini, pasti dia akan berkelahi dengan jasad orang tersebut. Dimana jasad mayat itu mungkin saja telah disusupi oleh roh jahat, sehingga tenaga diapun begitu kuat
“Aku benar-benar tak menyangka kalau mayat itu memiliki tenaga yang berlipat ganda. Jauh lebih besar dari tenaga manusia pada umumnya. Walaupun yang aku ambil kain mori milik anak kecil, tapi tenaga dia seperti orang dewasa. Apalagi jika yang meninggal adalah orang dewasa, sudah pasti aku tak mampu untuk mengambilnya. Pantas saja banyak orang yang tak sanggup dan gagal melakukan ritual ini,” tuturnya kepada penulis.
Jika dia kalah dalam bertarung melawan si mayat, dia kan babak belur bahkan tak jarang dia mengalami cacat tubuh akibat dipukuli oleh mayat dalam liang kubur. Parman saja mengalami luka memar dan biru-biru di sekujur tubuhnya. Oleh karena itu, tak jarang orang yang punya niat mengambil kaim mori milik mayat hanya mendapatkan luka babak belur, tanpa membawa hasil apapun
“Yang jadi masalah, kita harus konsentrasi bagaimana secepatnya bisa mengambil kain mori itu dan melepaskan diri dari dalam liang lahat. Jadi kita sama sekali tak bisa untuk melawannya,” uangkapannya kemudian.
Cerita Parman bisa dimaklumi, disamping menahan takut, dia juga harus menahan pukulan dari si mayat tersebut. Hal ini berlangsung cukup lama, mengingat dalam penggalian serta cara mengambil mori itu hanya menggunakan tangan dan mulut. Karena menurut kepercayaan tak diperbolehkan menggunakan peralatan. Jika telah mendapat kain mori itu, keberhasilan hidup dimasa depan boleh dikatakan sudah di depan mata. Karena menurut Parman, kita bisa meminta apa saja nantinya pada si mayat yang telah kita ambil kain morinya itu. Bagaimana cara mengguankan kain mori yang telah diambilnya dari kuburan, sebagai sarana ritual pesugihan itu? Berikut cerita Parman membeberkan kepada penulis.
“Jika kita sudah mendapatkan mori mayat, sesampainya di rumah langsung kita simpan saja sementara di dalam almari menunggu waktu yang tepat untuk memulainya. Tapi jangan sampai di cuci. Cara menggunakannnya cukup mudah, kain mori tersebut kita jadikan sumbu lampu (templok). Tepat pada jam duabelas, malam Jum’at atau Selasa Kliwon. Dengan sedikit ritual dan mantra tertentu, lalu kita dulut (bakar). Setelah sumbu lampu itu menyala, asap dari sumbu mori itu akan membumbung. Dengan ketajaman si mayat, dia akan mencium di mana selimutnya berada. Sehingga bisa kita pastikan mayat pemilik kain mori tersebut akan muncul mendatangai rumah kita. Dia akan terus memutari rumah kita untuk meminta yang dia sebut selimutnya itu,” papar Parman.
Menurutnya pula, mayat itu akan merengek dan menangis meminta kepada kita. Nah, disaat inilah Parman akan mempermainkan dan memperdayainya untuk kepentingannya, yaitu dengan meminta segala sesuatu yang diinginkannya. Walaupun menurutnya pula, dia selalu merasa berdosa dan tak tega mendengar suara ratapannya itu.
“Waktu pertama saya mencobanya, saya merinding, bahkan ikut menangis. Tapi demi urusan perut dan masa depan keluargaku, ritual tersebut terpaksa aku teruskan. “Menurut Parman, saat dia menyobek kain mori untuk dijadikannya sumbu, ada perasaan lain yang dia rasakan. Perasaa itu semakin santer saat sumbu kain mori mulai disulut di dalam kamarnya. Lalu menyala dan mengeluarkan asap mengepul, memenuhi ruangan. Tiba-tiba dari arah jendela kamar, ada suara ketukan yang dibarengi dengan sebuah tangisan yang menyayat, serta permintaan tolong dari anak kecil.
“Tolong Pak…………….., kembalikan selimutku! Aku kedinginan. Kembalikan selimut satu-satunya miliku yang kamu ambil itu pak. Aku membutuhkannya…… jangan kau ambil miliku itu Pak! Berikan. Aku membutuhkannya……………” suara anak kecil yang berada di luar jendela itu. Parman tahu persis, kalau itu adalah suara sosok mayat yang diambil kain morinya itu. Dia terus memohon sambil menangis.
“Selimutmu akan aku kembalikan padamu, tapi nanti jika aku sudah memiliki rumah sendiri yang bagus. Makanya kamu bantu aku agar aku memiliki rumah bagus sehingga selimutmu segera aku kembalikan.” Janji Parman kepada sosok di luar.
Tak lama suara itu hilang, entah kemana dan Parman langsung mematikan lampu templok tersebut. Aneh tapi benar adanya. Tak begitu lama, Parman mendapatkan ikan saat melaut yang tak masuk akal dalam sepanjang sejarah dia menjadi nelayan. Dia mendapatkan tangkapan yang luar biasa banyaknya. Hal ini berlangsung hampir tiga bulan lamanya. Sehingga pada akhir bulan ketiga, dia benar-benar bisa memiliki rumah sendiri yang bagus. Parman tak mau berhenti hanya di situ. Malam Jum’at Kliwon berikutnya, kembali dia menyulut sumbu kain mori itu lagi. Sehingga kejadian seperti dulupun terulang lagi
“Tolong Pak…………., selimutku kembalikan, aku benar-benar. Aku tak tahan lagi aku tak kuat pak, bantu aku kembalikan selimut itu padaku,” rengeknya lagi. Parmanpun kembali menjanjikannya lagi.

“Kalau kamu ingin aku bantu, kamu juga harus membantuku. Aku menginginkan motor baru, jika kamu bisa membantu, nanti selimutmu akan aku kembalikan,” jawabnya lagi. Kembali suara itu hilang seperti terbawa angin malam Jum’at Kliwon saat itu. Benar-benar luar biasa, entah uang dari mana tapi yang jelas rezeki Parman terus mengalir, sehingga dia benar-benar bisa membeli sebuah sepeda motor baru.
Kini Parman semakin percaya akan keampuhan sumbu kain kafan seperti yang diceritakan Badrun. Pantas Badrun semakin kaya saja. Rupanya jika menginginkan sesuatu dia tinggal menyulut sumbu mori. Lalu empunya akan datang untuk memberinya apa yang dia inginkan, pikir Parman dalam hati. Kehidupan Parman benar-benar berubah drastis. Dia menjadi seorang yang kaya dan terpandang di kampungnya. Parman tak berpikir lagi tentang penderitaan mayat yang dicuri kain kafannya. Termasuk keluarga si mayat yang masih hidup yang tak rela kuburan anaknya di bongkar dan di rusak.
Parman malah semakin serakah dengan tipu muslihatnya memperdaya sukma orang yang mati. Roh yang seharusnya telah tenang di alam sana, masih dia usik kedamaiannya. Bahkan dimintai seabreg urusan duniawi yang ujung-ujungnya hanyalah tipu muslihat Parmana. Selama sumbu kain mori mayat itu masih ada, Parman masih terus bisa memperdaya makhluk halus itu. Dia sendiri tak tahu kapan sumbu itu akan habis sebagai sarana pesugihannya. Bahkan mungkin untuk kesekian puluh kalinya dia menginginkan sesuatu yang benar-benar dramatis. Dia berjanji kepada arwah anak kecil itu, untuk yang terakhir kalinya, kalau dia akan mengembalikan selimutnya jika dirinya telah memiliki sebuah kapal penangkap ikan sendiri, tidak menyewa kepada Bandar ikan lagi.
“Ingat pak, ini adalah janjimu yang terakhir kalinya. Aku juga sudah lelah dijanjikan terus menerus. Aku hanya ingin kamu menepati janji itu.” Ucap sosok bocah dari alam gaib itu sembari pergi.
Aneh bin ajaib, selang beberapa bulan, Parman pun bisa memiliki kapal penangkap ikan sendiri. Hasil lelang dari Bandar kaya di daerahnya. Kini tempat pelelangan ikan, benar-benar seperti telah dikuasainya. Tapi sayang, sifat serakah orang tak pernah hilang dari hatinya. Parman masih menginginkan beberapa bidang tambak di pinggiran teluk.
Malam Jum’at Kliwon kurang tiga hari lagi. Niat hati ingin membakar sumbu pesugihan itu, tapi sayang kapal ikannya justru tenggelam akibat badai dan ombak yang ganas dan tak bisa terselamatkan lagi. Tak hanya itu, rumah Parman beserta perabotannya terbakar habis saat kompor gas yang sedang dipakai istrinya meledak. Parman benar-benar kecewa, bahkan stress. Kini dia kembali lagi menjadi orang miskin yang hidup menumpang pada orang lain. Dia juga kembali menjadi nelayan buruh pada seseorang

“Percayalah Mas, tak pernah ada untungnya kita mendzalimi orang lain, apalagi orang yang sudah mati. Biarkan mereka tenang dan damai di sisi-Nya. Jangan sekali-kali pengalamanku ini dicontoh orang lagi. Ini hanya untuk mengambil hikmahnya saja bahwa segala sesuatu akan kembali kepada asalnya. Dan semua sudah ditakdirkan serta digariskan oleh-Nya,” tutur Parman yang kini benar-benar telah insaf. Dia merasa selalu dihantui oleh mayat yang dicuri kain kafannya itu.

Kisah Nyata  Pesugihan : Pesugihan dengan Buto Ijo
Sore itu Ana dan suaminya, menerima telefon dari kakaknya yg memintanya untuk menjenguk uwaknya yg sedang sakit keras di kampung. Keesokan harinya Ana dan suami segera bergegas untuk pulang kampung dan langsung menuju rumah uwaknya. Di rumah uwaknya telah berkumpul beberapa kerabat dan kyai. Semua yang berada di di dalam rumah tengah melantunkan ayat suci Alquran.
Uwak Ana sudah lama sakit keras, namun tak kunjung meninggal dikarenakan buto ijo peliharaannya tidak sempat dibuang atau di wariskan. Tubuhnya yang kurus tinggal tulang berbalut kulit. Sehari-hari uwak cuma berbaring saja di tempat tidur dan sudah tidak mampu bicara lagi. Setiap kali mencoba untuk berbicara yang keluar dari mulutnya cuma erangan saja. Sepertinya dia menahan kesakitan yang teramat sangat.
Setiap kali kyai masuk untuk melihat keadaannya, uwak akan langsung mengerang. Terlihat sangat marah dan matanya melotot ke arah si kyai. Sejauh ini beberapa kyai belum mampu untuk mengusir buto ijo itu yang telah mendarah daging dengannya. Buto ijo itu masih setia dengan menunggui tuannya yang sudah tidak berdaya dengan nangkring di atas tempat tidur yang berkelambu warna hijau.
Sebelum Ana masuk untuk menjenguk uwaknya, kakaknya berpesan untuk selalu membaca ayat kursi. Setelah masuk dan menutup pintu Ana berjalan mendekati uwaknya yg tengah berbaring dengan muka memaling membelakangi Ana yang tengah duduk disampingnya. Dengan sangat hati-hati Ana memulai bicara.
"Wak, uwak… Ini Ana, Wak."
Uwak Ana langsung menoleh ke arahnya secara sepontan langsung mencengkram dan menarik tangan Ana sambil mengerang geram. Hal itu membuat Ana kaget dan ketakutan.
"Apa Wak? Ada apa, Wak?” tanya Ana dengan bibir bergetar.
Uwak Ana terus menggerang. Cengkeraman tangsnnya semakin kuat dan menarik Ana untuk mendekat ke arahnya. Ana semakin ketakutan ditambah dengan kondisi uwaknya yang berambut panjang acak- acakan dan mata melotot yang sedari tadi menggerang terus. Ana begitu kesakitan menahan cengkeraman di tangannya. Ia berharap uwak akan melepaskan cengkramannya.
"Iya.. iya," jawab Ana.
Bersamaan dengan itu tangan Ana merasa seperti kesetrum. Ana menjerit kesakitan. Secara reflek dia langsung menarik tangannya dari cengkraman uwaknya dan buru buru keluar meninggalkan kamar itu.
Tak berselang lama uwak Ana meninggal . Semua orang bersujud syukur karena uwak bisa lepas dari penderitaan hidupnya. Setelah prosesi pemakaman selesai keesokan harinya Ana dan suami pamit untuk pulang ke kota.
Sampainya di rumah, suami Ana langsung pergi mandi. Tidak berselang lama ponsel suaminya berdering.
"Mas ada telpon!" teriak Ana
Tapi tidak mendapat jawaban karena suaminya mandi sambil bernyanyi. Ponselnya berdering hingga dua kali. Anapun membiarkannya. Karena tidak ada yang menerima panggilan telepon itu, tidak lama kemudian ada SMS masuk. Diambilnya ponsel suaminya dan dibuka. Ternyata ada pesan dari Lisa. Ana terlihat marah. Usai suaminya mandi Ana langsung menanyakan ada hubungan apa dirinya dengan Lisa. Tetapi suaminya malah marah-marah karena Ana tlah lancang membuka pesan di ponselnya. Ana yang masih berdiri di pintu kamar mandi dengan menahan emosi sambil melihat suaminya yang sedang mencuci tangan. Ketika suaminya melihat ke kaca di depannya, dia kaget setengah mati melihat wujud Ana yang berdiri di belakangnya telah berubah wujud menjadi buto ijo. Tidak lama Ana berlalu meninggalkan suaminya yg masih terbengong bengong menatapnya.
Siang itu Ana hendak membuntuti kemana suaminya pergi. Setelah beberapa saat suaminya melajukan mobil. Ana buru buru menstater mobilnya hendak mengikuti dari belakang. Tetapi begitu mau jalan tiba-tiba mobil Rian, tetangganya, menghadang jalannya.Ana berkali kali membunyikan klakson mobilnya tapi Rian tidak mau beranjak pergi. Dengan sangat emosi Ana turun dari mobil menghampiri Rian. Namun ketika Rian melihat ke kaca spion, sesosok yg sedang berjalan menghampirinya itu bukan Ana melainkan buto ijo. Ana langsung menghentakkan tangannya ke pintu mobil yang kacanya tengah terbuka.
"Kamu mau mati ya!" bentak Ana.
Rian kaget dan ketakutan langsung buru buru menstater mobilnya meninggalkan Ana. Tetapi percuma saja karena Ana telah kehilangan jejak suaminya. Setelah berputar putak tak juga menemukan jejak suaminya. Dengan sangat kesal Ana pulang ke rumah.
Keesokannya Ana hendak pergi ke suatu tempat. Saat di perjalanan Ana kembali bertemu Rian yang sedang masuk ke dalam salon bersama temannya. Ana buru-buru mengejarnya. Akhirnya terjadilah pertengkaran antara keduanya hingga Rian mengusir Ana keluar dari salon. Memang Ana keluar tapi tidak beranjak pergi. Ana masih merasa kesal dengan sikap Rian kemarin. Ana yang menahan emosi menatap tajam ke arah Rian.
Ketika pemilik salon hendak memulai memotong rambut Rian, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia pun mengangkatnya. Rian yang duduk sambil bersandar di kursi mengambil handuk kecil warna putih dan menutupkannya di mukanya sambil menunggu pemilik salon selesai menerima telpon. Sementara temannya asyik membaca koran sehingga wajahnya nyaris terbenam ke situ. 
Beberapa saat kemudian, entah dari mana datangnya, di samping Rian telah berdiri sesosok buto ijo. Gunting yg hendak digunakan untuk memotng rambutnya tiba tiba seketika… cress! Ternyata gunting itu justru memotong leher Rian. Darah segar muncrat kemana-mana hingga mengenai jendela kaca tepat di depan Ana berdiri. Ana langsung teriak histeris ketakutan dan langsung meninggalkan tempat salon. Teman Rian pun panik. Dia menyangka Rian tengah melakukan tindakan bunuh diri. Seketika salon itupun heboh.
Setelah memarkirkan mobilny di garasi, Ana berlari masuk rumah. Ia agak heran ketika melihat mobil suaminya sudah ada di garasi. Biasanya jam segini suaminya belum pulang kerja. "Mas.. Mas, kamu dimana?” teriakAna yang masih dilanda ketakutan.
Tapi tak mendapatkan jawaban. Ketika memasuki ruang tamu Ana mendengar ada yang sedang bercanda di lantai atas. Dengan sangat penasaran Ana menaiki anak tangga. Di kamar tidurnya dengan pintu yang tidak tertutup rapat Ana mendapati suaminya tengah bersama Lisa, sedang bercanda mesra sambil makan coklat. Ana sangat marah dengan mata kepala sendiri menyaksikan suaminya selingkuh dengan Lisa. Dengan penuh emosi Ana menatap tajam ke arah mereka. Tiba tiba ada sesosok buto ijo telah berdiri di samping suaminya dan mencekik lehernya. Lisa begitu panik melihat teman selingkuhannya sedang mengalami sakaratul maut.
"Mas, kamu kenapa? Kamu kenapa?” teriak Lisa sambil mengguncang guncangkan tubuhnya.
Sesaat kemudian buto ijo itu menoleh ke arah Ana dan itu membuat Ana tersadar. Seketika itu Ana teriak histeris ketakutan melihat sosok buto ijo dan langsung lari keluar dari rumah. Bersamaan dengan teriakan Ana,buto ijo itu melepaskan cengkramannya. Ana langsung menelpon kakaknya yang di kampung dan menceritakan kejadian beberapa hari ini yang di alaminya. Oleh kakaknya Ana dimintanya untuk pulang kampung hari itu juga.
Disana kakaknya sudah mengundang beberapa kerabat dan seorang kyai. "Ana, sebelum uwak meninggal, apa uwak ada bicara sama Ana?” tanya kakaknya.
Ana mencoba mengingatnya kembali. "Iya kak, ada. Tapi Ana tidak paham apa yang ingin uwak sampaikan," jawab Ana.
Ternyata tanpa di sadari oleh Ana,buto ijo peliharaan uwaknya telah berpindah tuan pada diri Ana.
Malam itu juga Ana dirukyah. Seketika Ana seperti orang yang tengah kerasukan makhluk halus. Dia menggeram geram dan terus meronta- ronta. Semua orang membacakan ayat suci Alquran. Tiba tiba suara Ana berubah menjadi berat dan datar.
"Aku tidak mau pergi. Kalian jangan mencoba untuk mengusirku kalau kalian tidak mau mati sia sia. Dia tuanku," bentak Ana.
"Bukan, dia bukan tuanmu. Dia tidak mau kamu ikuti," jawab kyai.
Mendengar jawaban kyai Ana menggeram marah dan meronta ronta. Semua orang yg memeganginya dibuatnya kewalahan karena tenaga Ana begitu kuat.
Akhirnya oleh kyai,buto ijo itu dikeluarkan dengan paksa. Sekilas buto ijo itu menampakkan wujudnya. Dia merangkak di tembok dengan posisi terbalik. Semua orang bergidik ngeri melihat wujudnya yang menyeramkan. Sebelum lenyap buto ijo itu menggeram panjang. Bersamaan itu muncul sinar warna hijau yg berputar sesaat kemudian jatuh di atas meja dan berubah menjadi belalang hijau. Oleh seorang kyai belalang itu dimasukkan ke dalam gelas dan ditutup rapat.
Semasa hidupnya, uwak Ana memang terkenal orang terkaya di kampung.dia sangat sombong dan angkuh. Orang orang sangat takut jika mempunyai masalah dengannya.apalagi sampai membuatnya marah karena buto ijo peliharaannya akan langsung menghabisi nyawa korban. Sudah banyak yang menjadi korbannya. Hal itu sama dengan yang dialami oleh Ana. Setiap kali Ana marah maka buto ijo itu akan menampakkan wujudnya dan menghabisi nyawa korban. Karena Ana dari awal memang tidak menginginkan buto ijo itu ikut dengannya maka dengan mudah kyai dapat dapat melenyapkannya. Ana bersyukur kini tak lagi di ikuti buto ijo . Meski pada akhirnya ia kehilangan suaminya yang tetap memilih Lisa, namun setidaknya sekarang Ana tidak perlu risau karena ulah buto ijo itu. 

Sekian, makasih.

Kisah Nyata Pesugihan : Mati karena melakukan Pesugihan
pada saat sya mau berangkat kerja,tiba2 d jalan orang ramai2 mau menuju k sebuah rumah..krna masih ada waktu cukup lama untuk masuk kerja,,sya penasaran berhenti dan ikut menuju ke rumah tesebut..ternyata di rumah tersebut ada orang meninggal dengan tidak wajar,setelah sya lihat memang mayatnya mengerikan..apolo kepalanya keluar dengan lidah yg menjulur keluar dan lehernya ada bekas lilitan seperti sudah d cekik..
menurut warga daerah tersebut,almarhum meninggal akibat pesugihan krna hutangnya banyak dan dia di tawarkan oleh tetangga sebelahnya untuk ikut pesugihan karena tetangganya itu berhasil kaya dengan cara tidak wajar..dan akhirnya almarhum tergiur dengan ajakan tetangganya itu,,dengan persyaratan yg sudah di siapkan,,dan almarhum berpesan kpd anaknya untuk tidak membuka kamarnya selama 1 hr agar tidak mengganggu saat pesugihan..dan anaknya pun menuruti pesan ayahnya tersebut.
tetapi setelah 2 hr anaknya curiga kenapa ayahnya tidak keluar dri kamarnya,setelah di buka paksa kamarnya oleh anaknya kaget melihat ayahnya meninggal tidak wajar dengan lidah keluar dan apolo kepalanya keluar dan lehernya memar sperti bekas cekikan dan darah yg berceceran..
karena anaknya teriak histeris ketakutan akhirnya para warga pun datang dan melihat di tempat kejadian,,dan tetangga yg mengajak almarhum itu di bawa k kantor polisi untuk di mintai keterangan..

naudzubilahimindzalik,,semoga kisah ini menjadi pembelajaran untuk kita semua untuk tidak tergiur dengan mencari kekayaan dengan cara tidak wajar..kita ambil hikmahnya..terima kasih..

Kisah Nyata Pesugihan : PESUGIHAN DARAH PERAWAN
Akibat Pesugihan Lonthe Jenazahnya Terbakar
Bagaimana pun juga pelaku pesugihan enggan menuturkan kisah sejati yang dilakoninya dalam memburu atau mengamalkan pesugihan itu sendiri. Alasannya sangat jelas, bila menceritakan semua itu tentu mereka akan memperoleh rasa malu. Karena itu mereka juga sangat takut perbuatannya akan diketahui masyarakat umum. Selain apa yang diperbuatnya menyalahi aturan aga­ma, mereka juga memperoleh tekanan batin karena ternyata kekayaan mereka tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan Tumbal pesugihan ini adalah keharusan menyetubuhi gadis-gadis perawan. Menjelang ajal, si pelaku pesugihan alat kelaminnya gosong seperti terbakar. Lalu, dia benar- benar mati akibat tubuhnya terbakar api misterius yang datang secara tiba-tiba.... kesesatan yang telah mereka lakukan.
Kisah berikut ini merupakan sebuah kejadian nyata yang sangat patut kita camkan, sekaligus kita ambil hikmahnya Untuk melindungi privacy keluarga perilaku peristiwa, maka kami sengaja menyamar­kan identitas mereka. Berikut kisah seleng­kapnya...:
Apa yang dialami Mbah Kusno, 75 tahun, sungguh merupakan petaka besar bagi dirinya. Menjelang ajal, dia mengalami sakaratul maut yang menyedihkan. Alat kelaminnya gosong seperti terbakar. Disekeliling tempatnya berbaring api berkobar-kobar, menjadikan tubuhnya sekarat menggeliat menahan panas, tetangga yang menyaksikan saat-saat terakhir orang yang terkenal paling kaya; kampungnya ini hanya bisa mengusap dada mengucap banyak istighfar. Fp beranda mistery. Di antara mereka saling bertanya, dosa apa sebenarnya yang telah diperbuat Mbah Kusno pada masa mudanya?
"Air...air...aku kehausan!" hanya itu yang kerap Mbah Kusno ucapkan sebelum ajal menjemputnya, akibat tubuhnya ter­bakar oleh kobaran api misterius yang entah dari mana datangnya.
Tuntunan kalimat syahadat dan lafadz-lafadz lllahiyah yang dibisikkan anak dan cucunya sama sekali tidak dihiraukan olehnya. Anak dan cucunya hanya bisa menangis, melihat penderitaan bapak juga kakeknya yang begitu memilukan. Demikian juga isterinya, Romlah, yang telah renta dimakan usia.
Di antara yang hadir ada teman akrab Mbah Kusno di masa muda. Sebutlah bapak ini bernama Syaiful Rozak. Dari Mbah Syaiful Rozak inilah terungkap petualangan Kusno muda, berpuluh-puluh tahun yang silam.
Karena kehidupannya terhimpit kebutuhan ekonomi yang amat sangat, Kusno yang telah menikah dengan Romlah selama lima tahun nekad mengadakan persekutuan gaib dengan bangsa siluman. Dengan diantar Syaiful Rozak, Kusno mendatangi salah satu gunung keramat di Jawa Timur.
"Engkau tetap akan meneruskan keinginanmu, No?" tanya Rozak, berusaha memastikan kebulatan tekad Kusno.
"Sepertinya memang jalan ini harus kutempuh. Aku sudah bosan hidup susah dan jadi hinaan orang," jawab Kusno dengan sorot mata menerawang jauh. Terbayang dalam benaknya betapa getirnya kehidupan yang telah dia lalui bersama Romlah, gadis yang disuntingnya dengan susah payah.
Ya, demi cintanya, Romlah memilih hidup dengan Kusno, meski dia harus terusir dari keluarganya yang terhitung kaya untuk ukuran orang kampung. Setelah lima tahu menikah dan di Karuniai dua orang anak, Kusno belum memberikan kebahagiaan apapun kepada wanita yang telah rela meninggalkan Kemewahan hidup itu. Jangan kebahagiaan untuk makan sehari-hari saja mereka sealu Kesulitan. Bahkan, tak jarang anak-anak mereka hanya makan sekali dalam sehari.
Tak hanya itu. Dikala hujan, Kusno dan keluarganya juga merek tidak bisa tidur pulas. Rumah mereka yang reot telah bocor di sana-sini atapnya. Akibatnya, mereka harus bergadang menunggu hujan sampai reda. Setelah itu, mereka baru bisa tidur.
Ah, betapa menyakitkan semua keadaan itu. Lima tahun adalah waktu yang cukup lama untuk sebuah penderitaan. Dan Kusno harus meninggalkan penderitaan itu dengan cara apapun asalkan dia tidak berurusan dengan para penegak hukum. Soal hukum Tuhan, itu masalah nanti. Kalaupun harus hidup bergelimang dosa dan mati masuk neraka tak menjadi penting. "Toh di neraka sana tidak akan ada orang yang mengenalku! pikir Kusno, picik sekali.
"Ingat, No! Bersekutu dengan siluman pada akhirnya hanya akan membawa kesengsaraan," tegur Rozak, seakan menyentakkan Kusno dari lamunannya.
"Biarlah, aku tetap meneruskan keinginanku apa pun resikonya. Daripada aku terus-terusan menderita kemiskinan dan dililit hutang, yang makin hari kian menumpuk. Kasihan anak dan isteriku. Mereka tidak akan kuat menderita lebih lama lagi," ucap Kusno seperti ingin membela diri.
Rozak menatap sahabatnya. Dalam hati dia menyesal telah memberi tahukan keberadaan lokasi pesugihan ini. Mulanya, dia hanya bergurau dengan Kusno, sebab dia yakin sahabatnya yang penakut ini tidak akan berani melakukan ritual gaib yang berhubungan dengan makhluk halus. Nyatanya, Rozak salah menerka. Kemiskinan telah merubah sikap Kusno yang penakut menjadi sangat pemberani, bahkan nekad.
"Maafkan aku, aku hanya mengantarkanmu sampai di sini. Dan ingat, tentang resikonya nanti aku lepas tangan, No!" kata Rozak ketika mereka sudah dekat dengan lokasi pesugihan.
"Terserah kau saja, Zak! Hanya kuminta, hal ini cukup menjadi rahasia kita berdua," harap Kusno.
"Aku mengerti. Dan aku berjanji akan menyimpan rahasia ini untuk selamanya," tegas Rozak.
"Terima kasih atas pengertianmu. Kau memang sahabatku yang terbaik, Zak!" balas Kusno sambil memeluk Rozak.
Kusno benar-benar telah gelap mata. Sesampai di tujuan, Rozak hanya bisa mengantarkannya untuk menemui juru kunci. Selebihnya, tentang ritual yang dilakukan oleh Kusno, Rozak hanya bisa mendengarnya dari penuturan sahabatnya ini. Misalkan saja meliputi apa saja prasyarat yang diperlukan untuk kelancaran persekutuan tersebut.
Seingat Rozak, beberapa bulan setelah Kusno menjalani ritual pesugihan tersebut, keadaan ekonominya memang mulai membaik. Entah mendapat uang dengan cara apa, yang pasti Kusno nampak tak kesulitan lagi menafkahi keluarganya. Bahkan, rumahnya yang reot itu juga mulai diperbaiki. Tak hanya itu sekitar setahun kemudian Kusno juga sudah bisa membeli sebuah sepeda motor baru. Padahal, ketika itu sepeda motor termasuk barang yang sangat mewah dan langka.
Seiring dengan perkembangan kehidupan Kusno yang kian membaik, Rozak melihat banyak perubahan mencolok pada diri sahabatnya ini. Ya, Rozak sering melihat Kusno merayu gadis-gadis pera­wan. Entah dengan maksud apa Kusno melakukan tindakan itu. Rozak pada awalnya memang tidak tahu sama sekali. Sampai pada suatu kali Kusno men­ceritakan kepada Rozak tentang apa yang diperbuatnya terhadap gadis-gadis itu.
Kusno menceritakan gadis-gadis perawan itu sebagai satu syarat bagi dirinya untuk memperoleh kekayaan yang berlimpah. Dia harus bisa meniduri gadis-gadis yang benar-benar masih perawan. Darah perawan dari gadis yang disetubuhi itulah yang akan dihisap oleh siluman yang disembahnya.
Tiap kali Kusno bersetubuh dengan gadis yang diperolehnya lewat bujuk rayu dan lembaran uang, siluman itu menyatu dalam diri Kusno. Siluman itu hanya menggunakan tubuh wadag Kusno untuk juga bisa menikmati persetubuhan itu.
Umumnya, gadis-gadis yang darah keperawanannya dijadikan persembahan, seusai persetubuhan berada dalam keadaan lemas dan pucat yang amat sangat.
"Itulah yang harus aku lakukan, Zak. Karena itu, setiap setahun sekali aku harus bisa mendapatkan perawan ting-ting, yang harus aku setubuhi. Ini adalah tumbal yang harus aku berikan," tegas Kusno di akhir ceritanya.
Pernah suatu kali Rozak menanyakan bagaimana bentuk siluman yang menyatu dalam tubuh wadagnya. Seingat Kusno, bentuknya menyerupai gorila raksasa. Badannya hitam dengan dipenuhi bulu di sekujur tubuhnya. Cakar-cakar pada tangan dan kakinya runcing. Lidahnya senantiasa menjulur, meneteskan air liur yang berbau amis. Makhluk itu selalu muncul dengan pandangan mata merah menyala, memancarkan kebuasan dan kelicikannya.
"Ketika pertama kali makhluk itu menampakkan wujudnya, terus terang aku terkejut dan sangat takut. Bahkan, aku hampir pingsan karena ketakutan sekali," terang Kusno. Namun setelah berulang kali bertemu, akhirnya dia menganggap wujud makhluk laknat itu sebagai sesuatu yang wajar dan tidak perlu ditakuti lagi.
"Aku kaya dengan cara yang mudah dan kenikmatan duniawi," demikian Kusno sering menceritakan perihal kekayaannya kepada Rozak. Masalah dosa dan siksa neraka, sepertinya Kusno memang sudah tidak peduli lagi.
Hanya kepada Rozak, Kusno bercerita. Harapan Kusno, Rozak mau mengikuti jejaknya. Namun Rozak tetap pada pendiriannya bahwa bersekutu dengan siluman hanya akan membawa keseng­saraan di kemudian hari. Ancamannnya juga neraka jahanam. Dan selama itu pula Rozak tidak pernah tergiur dengan ajakan Kusno.
Fakta lain diperoleh dari penuturan Romlah, isteri Kusno. Suatu ketika, Romlah bercerita kepada Rozak bahwa suaminya itu kerap lebih banyak melamun bila tengah berada di rumah, meski kekayaan dalam rumah tangganya makin berlimpah. Dia mengetahui jika suaminya berdagang apa saja Namun hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan Kekayaan yang diperolehnya. Bayangkan saja, lima tahun setelah melakukan ritual gaib itu, Kusno sudah memiliki rumah megah, penggilingan padi, dua buah truk, dan sebuah mobil pribadi yang terbilang mewah. Soal sawah dan tanah, jangan ditanya lagi berapa hektar yang telah dibelinya.
Di hadapan Rozak, Romlah juga bertutur bahwa dirinya pernah menanyakan kejanggalan pada suaminya. Namun, jawaban yang diperoleh kurang memuaskan.
"Semua ini adalah karena kerja kerasku, Bune! Jangan pernah kamu berpikir macam-macam tentang diriku," kata Kusno seperti yang ditirukan Romlah. Rozak yang tahu segalanya, hanya tersenyum getir dalam hati.
Dari hasil kekayaannya, Kusno juga mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi. Tiga anak lelakinya dari hasil perkawinan dengan Romlah dapat menyelesaikan kuliah dengan baik dan sukses. Mereka telah hidup berumah tangga. Namun kehidupan ekonomi anak-anak Kusno tergolong pas-pasan. Tidak seperti ayahnya. Kehidupan rumah tangga ketiga anaknya, jauh dari ukuran kaya. Bahkan salah seorang dari anaknya ada yang menderita penyakit gila, karena angan-angannya menjadi PNS tidak kesampaian.
Hal lain juga terjadi. Waktu yang terus bergulir membuat urrTOr makin bertambah dan tenaga Kusno pun makin berkurang. Seiring dengan itu, Kusno juga menderita penyakit kelamin. Mungkin dari pengaruh jahat yang merasuk dalam dirinya atau memang hukuman dari Yang Maha Kuasa.
Setahun terakhir, menjelang kematiannya, menurut penuturan Romlah suaminya sering mengigau. Dalam tidurnya, Kusno mengaku dikejar makhluk tinggi besar berwarna hitam. Makhluk itu seolah hendak menyeretnya ke suatu tempat. Kusno menjerit-jerit ketakutan, dan Romlah mebangunkan suaminya saat sedang menjerit-jerit ketakutan itu jangan bawa aku ke sana. jangan bawa aku ke sana...! teriak Kusno berulang-ulang keringatnya membasahi wajah dan tubuhnya. Dia benar-benar menggigil ketika ketakutan itulah Romlah mebangunkan.
Aku berdosa besar sekali dan telah membohongimu selama ini. Makan aku, Rom! Cetusnya dengan nada yang patah.
“apa yang tela bapak lakukan selam ini, sehingga menjadi penyebab besarnya dosa?” tanya Romlah sedikit mendesak suaminya.
Kusno tidak pernah mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya Kusno belum pernah menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Dia benar-benar telah menyimpan rapat rahasia kekayaannya di depan mata keluarganya kecuali, hanya Rozak yang mengetahui semuanya. Saat ajal mendekati Kusno, barulah Rozak melanggar janji itu. Dia menceritakan hal yang sesungguhnya ditempuh Kusno kepada anak dan cucunya, juga kepada Romlah yang telah renta di makan usia. Mereka pun bertangisan haru. Namun, semuanya telah menjadi bubur. Kusno yang terpandang itu tak dapat mengulangi lagi kehidupannya untuk bertobat kepada Allah SWT.
Lebih dari seratus hari semenjak jenazah Kusno dikuburkan rumahnya yang tergolong paling bagus di antara rumah yang ada di desanya mengalami kebakaran. Ya, sebelum kisah ini ditulis rumah itu telah hangus dilalap pai. Kabar terakhir yang diketahui, rumah itu terbakar karena mengalami korsleting listrik.
Bagaimanapun kayanya Mbah Kusno ketika masih hidup, setelah dia meninggal dunia kekayaannya nyaris tidak tersisa sedikitpun untuk anak cucunya. Selain habis untuk biaya pengobatan selama 2 tahun terakhir dia mengalami sakit, kekayaan itu juga habis diberikan untuk merayu gadis-gadis perawan yang akan dijadikan sebagai prasyarat dari apa yang disebut Mbah Kusno, selaku saksi, sebagai Pesugihan Lonthe.
Faktanya, kematian Mbah Kusno lebih banyak meninggalkan aib untuk sanak kerabatnya. Di alam sana, mungkinkah arwah Mbah Kusno tak diterima olehNya? semua tetap menjadi rahasia.

Apa yang terjadi pada diri Mbah Kusno, bagi mereka yang ditinggalkan, juga bagi kita, hendaknya bisa menjadi bahan perenungan. Dalam keadaan bagaimana pun, jangan sampai menang­galkan iman
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Kumpulan Kisah Misteri Lengkap (bertemu setan,pesugihan,kesurupan,gaib) nyata di indonesia"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top