Gerbangkomputer

Download,Aplikasi,software,Tips dan trick,Tutorial,Kesehatan,Bisnis,Berita Unik,free mp3 dan lainnya gratis semua hanya disini

Proses dan mekanisme Sistem UN Berbasis Komputer




www.gerbang-komputer.com

Sebanyak 2,4% SMA dan sederajat di Indonesia menyelenggarakan Ujian
Nasional (UN) dengan metode berbasis komputer atau Computer Base Test (CBT). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, soal-soal ujian dalam CBT berupa perangkat lunak (software) harus diunduh pihak sekolah sehari sebelum soal diujikan.
Untuk mata pelajaran pertama UN 2015, Bahasa Indonesia sudah diunduh kemarin Minggu 12 April 2015. Setelah berhasil, software CBT dikunci hingga keesokan harinya, tepat saat jam ujian dimulai.

"Soal ujian yang masuk ke software nggak bisa dibuka sampai ujian dimulai. Nanti peserta membuka soal dengan password peserta yang diberikan saat ujian," jelas Anies di SMK Negeri 20 Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).
Anies menjelaskan, hal tersebut ditempuh untuk meminimalisir celah kebocoran soal ujian. Saat jam ujian dimulai, siswa diwajibkan mengambil password ke guru pengawas. Password itu hanya berlaku sebentar. Jika siswa terlambat memasukan password ke dalam software yang sudah siap, maka status password kedaluwarsa dan siswa harus meminta password baru.
"Kalau kelamaan, (password) expired. Jadi siswanya harus meminta password baru," ujar dia.
Siswa Tak Perlu Takut Listrik Turun
Anies mengatakan, CBT sangat mengandalkan daya listrik untuk menjamin komputer yang dipakai ujian para siswa. Software CBT bekerja secara otomatis menyimpan jawaban ujian saat listrik turun, sehingga peserta tidak perlu khawatir mengulang proses pengerjaan soal.
"Misalnya lampu mati saat sedang mengerjakan nomor 30, data tidak akan hilang. Jika listrik menyala mereka memulai lagi di soal nomor 31 dan waktu juga sesuai sisa waktu ujian," ucap dia.
Karenanya, Anies menuturkan CBT diadakan hanya di sekolah-sekolah yang ditunjang fasilitas pembangkit daya listrik. "(Pembangkit daya listrik) itu sebagai salah satu syarat penting," tandas dia.
Salah satu sekolah yang mengadakan CBT adalah SMK Negeri 28 Jakarta di Cilandak, Jakarta Selatan.
Guru Bahasa Inggris bernama Aziza mengatakan, jumlah siswanya yang mengikuti ujian berbasis komputer 224 orang dengan jadwal pengujian 3 sesi, dari pagi-siang-sore. Aziza menjelaskan, setiap sesi akan diikuti 75 peserta.
"Ujian dilaksanakan di 2 ruangan besar. Soal sudah kita download kemarin. Agak lemot sih proses downloadnya, tapi sudah beres. Kami (tim panitia) sendiri tidak tahu soalnya apa," sambung Aziza.
Anies Baswedan menambahkan, metode Computer Base Test (CBT) di Indonesia Timur berlangsung tanpa kendala.
 
UJIAN BERBASIS KOMPUTER (COMPUTER-BASED TEST) 

Peristilahan
1.  Sistem ujian konvensional = ujian tradisional = ujian berbasis kertas = (paper based test, CBT) = ujian berbasis pensil dan kertas (paper and pencil test, PPT)
2. Model penilaian pendidikan dengan bantuan komputer = Computer Assissted Assessment, CAA)
3. Sistem dengan menggunakan teknologi komputer= Ujian Berbasis Komputer (Computer Based Test, CBT)
4. Sistem ujian adaptif berbasis komputer = Computerized Adaptive Test (CAT) Namun demikian, ada yang menggunakan istilah CAT = Computer Assisted Test (pada prinsipnya sama dengan CBT) 2/26/2015

Latar Belakang
Sistem Ujian saat ini (konvensional) dengan Paper-Based Test (PBT) kurang efektif & efisien, banyak masalah/kendala seperti: rawan dalam penyiapan bahan ujian s/d penggandaan dan distribusi naskah soal, kecurangan selama pelaksanaan ujian, perlu langkah scanning LJK dan scoring,biaya, tenaga, waktu. Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat  memungkinkan untuk menggunakan ICT dalam sistem ujian
Solusi
Pemanfaatan TIK untuk palaksanaan asesmen, termasuk Ujian Nasional/Asesmen Nasional melalui Computer-Based Test (CBT) Membiasakan siswa berinteraksi dan memanfaatkan TIK untuk melakukan self assessment capaian kompetensi • Meningkatkan ICT-literacy dan ICT-usability • Menguatkan pembelajaran (learn by the test) 2/26/2015
Sistem Penyelenggaraan Ujian Tes Konvensional Paper & Pencil Test (P&P) Paper Based Test (PBT) Tes Modern Computer Based Test (CBT) Linear-CBT (Fixed Length) Computerized Adaptive Test (CAT) Tes Konvensional: tes dengan menggunakan kertas dan pensil, dengan jumlah butir soal tertentu (fixed length), penyekoran secara manual oleh tenaga manusia CBT: tes dengan menggunakan komputer, dengan jumlah butir soal tertentu (fixed length), penyekoran dilakukan secara otomatis oleh komputer CAT: tes dengan menggunakan komputer, dimana program mampu memilihkan soal-soal yang tingkat kesulitannya sesuai dengan kemampuan peserta ujian
Paper Based Test (PBT) Computer Based Test (CBT) Computerized Adaptive Test (CAT) Desain tes yang sama untuk semua penempuh tes  Informasi tidak optimal Desain tes yang sama untuk semua penempuh tes namun pengerjaannya menggunakan media komputer Informasi tidak optimal Tidak perlu penggandaan tes. Setiap penempuh tes memperoleh soal – soal yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan  informasi Optimal Waktu pengerjaan tes dan jumlah soal sudah ditentukan. Oleh karena itu tidak diperlukan Bank Soal yang banyak dan menyebar. Perlu waktu pengolahan untuk memperoleh nilai Waktu pengerjaan tes dan jumlah soal sudah ditentukan . Oleh karena itu tidak diperlukan Bank Soal yang banyak dan menyebar. Hasil tes dapat langsung diketahui. Tes akan berhenti apabila estimasi kemampuannya sudah tercapai sehingga waktu lebih efisien dan lebih efektif . Hasil tes dapat langsung diketahui. Tingkat kebocoran soal sulit diantisipasi Tingkat kebocoran relatif masih ada, namun mudah diantisipasi Tingkat kebocoran soal dapat di perkecil dan mudah diantisipasi Biaya mahal, proses pengadaan rumit, pengamanan dan pengiriman bahan UN sulit Biaya lebih murah, tidak perlu tender, pengamanan dan pengiriman mudah Biaya lebih murah, tidak perlu tender, pengamanan dan pengiriman mudah Perbandingan PBT, CBT, dan CAT
Computer-Based Testing (CBT)
Ada dua jenis CBT Linearbiasa disebut sebagai CBT Butir-butir soal diberikan secara sekuensial dan berurutan Setiap peserta ujian memperoleh seperangkat tes dengan butir soal yang sama  Peserta ujian diperkenankan untuk melihat kembali butir soal yang telah dikerjakan sebelumnya Sangat mirip dengan Tes Konvensional Adaptive  biasa disebut sebagai CAT  Peserta ujian secara individu memperoleh butir soal yang berbeda, tergantung jawaban butir sebelumnya  Menggunakan algoritma berdasarkan teori tes modern (item response theory, IRT) untuk mengendalikan pemilihan dan penampilan butir soal, penyekoran jawaban, dan dengan segera memberikan nilai atau hasil ujian
Keuntungan Menggunakan CBT
1.  Hasil yang cepat dan akurat
2. Mampu menghasilkan skor/nilai/umpan balik segera Dapat memberikan laporan secara detil Memiliki kelebihan dalam melakukan analisis 
3.  Meningkatkan keamanan tes
4.  Lebih tepat untuk soal pilihan ganda
5.  Lebih luwes/fleksibel untuk tes secara individu
Kerugian Menggunakan CBT
1. Biaya besar pada awal pengembangan Hardware, software, personnel
2. Biaya besar dalam pengelolaan (maintenance) – Perlu staf handal untuk setiap penyelenggaraan tes
3.Perlu kemampuan/keterampilan peserta tes dalam menggunakan komputer
4.Pada kondisi tertentu ada keterbatasan dukungan sarana/prasarana teknologi
PERSYARATAN CBT
1.  Adanya bank soal yang memuat sejumlah soal dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, dilengkapi dengan karakteristik butir soal (tingkat kesulitan, daya pembeda)
2. Tersedia perangkat komputer yang mendukung (spesifikasi & jumlah memadai)
3. Tersedia Jaringan lokal komputer (LAN) atau jaringan internet dengan Bandwidth yang cukup
4.  Tersedia program aplikasi yang mendukung
5. Alternatif Koneksi/ Deliveri 2/26/2015 CBT off-line Semi On-line on-line Program aplikasi diinstall pada SERVER LAN yang terdistribusi ke setiap CLIENT (tidak terkoneksi ke SERVER PUSAT) Setiap CLIENT tersambung ke SERVER PUSAT melalui SERVER LOKAL. Semua terkoneksi via internet SERVER LOKAL terkoneksi ke SERVER PUSAT melalui internet. Setiap CLIENT tersambung ke SERVER LOCAL secara off-line
 
 
Mekanisme Pelaksanaan CBT Online
  1. Tempat Pelaksanaan memiliki akses Internet dengan bandwith disesuaikan dengan     jumlah komputer peserta  
  2.  Komputer peserta harus dapat mengakses internet.
  3. Peserta tes dapat mengakses tes menggunakan internet langsung ke server pusat
CBT Semi Online
1.Tempat pelaksanaan harus menyediakan server lokal. Server lokal mendownload paket soal, daftar peserta tes secara online dengan menggunakan akses internet beberapa hari sebelum hari H.
2. Peserta tes mengakses tes secara offline ke server lokal.
3. Hasil jawaban peserta dikirimkan secara online (upload hasil tes) sesaat setelah tes berlangsung ke server pusat Mekanisme Pelaksanaan CBT Semi Online
CBT Offline
1. Tempat pelaksanaan harus menyediakan server lokal. Penyelenggara pusat (Puspendik) mendatangangi lokasi memabawa Hard Disk (HD) External di plug in ke server lokal dan HD sudah berisi paket soal, peserta tes.
2.  Peserta tes mengakses tes secara offline ke server lokal.
3. Hasil jawaban peserta dikirimkan secara online (upload hasil tes) sesaat setelah tes berlangsung ke server pusat Mekanisme Pelaksanaan CBT Offline

REGULASI
UN-CBT PENETAPAN KRITERIA & SPESIFIKASI
1.Unit Penyelenggaraan Ujian (siswa/rombel/sekolah)
2.Kriteria Sekolah CBT : Lab-Komp: LAN, akes internet, rasio (client : siswa) = 1:3 untuk SMK dan SMP, atau 1:2 untuk SMA IPA dan IPS  Laboran (sesuai kualifikasi/spesifikasi teknis)
3. Sarana pendukung: Genset, UPS, PC Client cadangan
4. Proktor (Pengawas UN-CBT): Staf yang direkruit oleh Panitia CBT-UN Pusat sesuai kualifikasi/spesifikasi teknis  Dedikasi, komitmen, pakta integritas

Business Process PERSIAPAN
1.    Penyusunan dan Penerbitan POS CBT
2.    Penetapan kriteria untuk seleksi sekolah CBT
3.    Pelaksanaan Seleksi dan Penetapan sekolah CBT
4.    Sosialisasi Penggunaan CBT
5.    Penetapan Proktor CBT & Pengelola Lab Komp PELAKSANAAN
6.    Penetapan Jadwal Ujian
7.    Pencetakan Username & Password
8.    Pelaksanaan Ujian

Spesifikasi
1. minimal Server lokal Hardware Server Processor : XEON 64 bit RAM : minimal 4 GB Networking : LAN. Software Server Windows Server 2008 64 bit. Virtual BOX 64.3.16. Port 80 di server dapat diakses oleh komputer peserta. (Jika di komputer server ada Xamp, Xamp dinonaktifkan atau port Xamp diubah menjadi 8080).
2. Spesifikasi minimal Komputer Peserta Hardware
    • Processor : dual core 
    • RAM : 512 MB 
    • Networking : LAN. Software 
    • Windows XP/ Windows 7/ Windows 8 
    • Terinstall CBAT XAMBRO.

3. Satu server lokal Maksimal dapat diakses oleh 25 Komputer peserta sesuai dengan persyaratan Meja Komputer memiliki panjang minimal 1 M Sarana dan Prasarana Admin IT (Proktor) Berjumlah 2 orang.1 orang bertanggung jawab terhadap komputer server.1 orang bertanggung jawab terhadap jaringan dan komputer klien. Pengawas Tes Berjumlah 1 orang, mengadministrasikan tes, dan mengawasi tes. Sumber Daya Manusia

Selain Lab-Komputer
1. Fasilitas Pendukung: – 3-5 unit PC cadangan untuk client – UPS 1 unit sesuai dengan spesifikasi teknis – Diutamakan memiliki 1 unit genset sesuai dengan spesifikasi teknis
2. Laboran (pengelola Lab-komp) sesuai dengan kualifikasi dan spesifikasi
3. Proktor (pengawas UN-CBT) sesuai dengan kualifikasi dan spesifikasi

demikian uraian singkat tentang un berbasis cbt, semoga bermanfaat terimakasih telah berkunjung :)

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Proses dan mekanisme Sistem UN Berbasis Komputer"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top