Gerbangkomputer

Download,Aplikasi,software,Tips dan trick,Tutorial,Kesehatan,Bisnis,Berita Unik,free mp3 dan lainnya gratis semua hanya disini

Algoritma Kriptografi yang Bersejarah

Sebelum komputer ada, kriptografi dilakukan dengan algoritma berbasis karakter.

Algoritma yang digunakan termasuk ke dalam sistem kriptografi simetri dan digunakan jauh sebelum sistem kriptografi kunci publik ditemukan.

Terdapat sejumlah algoritma yang tercatat dalam sejarah kriptografi (sehingga dinamakan algoritma kriptografi klasik), namun sekarang algoritma tersebut sudah usang karena ia sangat mudah dipecahkan.

Tiga alasan mempelajari algoritma kriptografi klasik:
1.    Untuk memberikan pemahaman konsep dasar kriptografi.
2.    Dasar dari algoritma kriptografi modern.
3.    Dapat memahami potensi-potensi kelemahan sistem chiper.

Algoritma kriptografi klasik:
1.    Chiper Substitusi (Substitution Chipers)
2.    Chiper Transposisi (Transposition Chipers)



1. Chiper Substitusi

·       Ini adalah algoritma kriptografi yang mula-mula digunakan oleh kaisar Romawi, Julius Caesar (sehingga dinamakan juga caesar chiper), untuk menyandikan pesan yang ia kirim kepada para gubernurnya.

·       Caranya adalah dengan mengganti (menyulih atau mensubstitusi) setiap karakter dengan karakter lain dalam susunan abjad (alfabet).

·       Misalnya, tiap huruf disubstitusi dengan  huruf ketiga berikutnya dari susunan akjad. Dalam hal ini kuncinya adalah jumlah pergeseran huruf (yaitu k = 3). 


Tabel substitusi:

pi : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C


Contoh 1. Pesan
                   AWASI ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX
disamarkan (enskripsi) menjadi

                   DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA

Penerima pesan men-dekripsi chiperteks dengan menggunakan tabel substitusi, sehingga chiperteks

DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA

dapat dikembalikan menjadi plainteks semula:

AWASI ASTERIX DAN TEMANNYA OBELIX


·       Dengan mengkodekan setiap huruf abjad dengan integer sebagai berikut: A = 0, B = 1, …, Z = 25, maka secara matematis caesar chiper menyandikan plainteks pi menjadi ci dengan aturan:

ci = E(pi) = (pi + 3) mod 26                                        (1)

dan dekripsi chiperteks ci menjadi pi dengan aturan:
 
          pi = D(ci) = (ci – 3) mod 26                                         (2)


·       Karena hanya ada 26 huruf abjad, maka pergeseran huruf yang mungkin dilakukan adalah dari 0 sampai 25. Secara umum, untuk pergeseran huruf sejauh k (dalam hal ini k adalah kunci enkripsi dan deksripsi), fungsi enkripsi adalah

ci = E(pi) = (pi + k) mod 26                                         (3)

dan fungsi dekripsi adalah

pi = D(ci) = (ci k) mod 26                                         (4)


Catatan:
1.    Pergeseran 0 sama dengan pergeseran 26 (susunan huruf tidak berubah)
2.    Pergeseran lain untuk k > 25 dapat juga dilakukan namun hasilnya akan kongruen dengan bilangan bulat dalam modulo 26. Misalnya k = 37 kongruen dengan 11 dalam modulo 26, atau 37 ยบ 11 (mod 26).
3.    Karena ada operasi penjumlahan dalam persamaan (3) dan (4), maka caesar chiper kadang-kadang dinamakan juga additive chiper.


Kriptanalisis Terhadap Caesar Chiper

Caesar chiper mudah dipecahkan dengan metode exhaustive key search karena jumlah kuncinya sangat sedikit (hanya ada 26 kunci).

Contoh 2. Misalkan kriptanalis menemukan potongan chiperteks (disebut juga cryptogram) XMZVH. Diandaikan kriptanalis mengetahui bahwa plainteks disusun dalam Bahasa Inggris dan algoritma kriptografi yang digunakan adalah caesar chiper. Untuk memperoleh plainteks, lakukan dekripsi mulai dari kunci yang terbesar, 25, sampai kunci yang terkecil, 1. Periksa apakah dekripsi menghasilkan pesan yang mempunyai makna (lihat Tabel 1).


Tabel 1. Contoh exhaustive key search terhadap chiperteks XMZVH

Kunci (k)
chipering
‘Pesan’ hasil dekripsi
Kunci (k)
chipering
‘Pesan’ hasil dekripsi
Kunci (k)
chipering
‘Pesan’ hasil dekripsi
0
25
24
23
22
21
20
19
18
XMZVH
YNAWI
ZOBXJ
APCYK
BQDZL
CREAM
DSFBN
ETGCO
FUHDP
17
16
15
14
13
12
11
10
9
GVIEQ
HWJFR
IXKGS
JYLHT
KZMIU
LANJV
MBOKW
NCPLX
ODQMY
8
7
6
5
4
3
2
1
PERNZ
QFSOA
RGTPB
SHUQC
TIVRD
UJWSE
VKXTF
WLYUG


Dari Tabel 1, kata dalam Bahasa Inggris yang potensial menjadi plainteks adalah CREAM dengan menggunakan k = 21. Kunci ini digunakan untuk mendekripsikan chiperteks lainnya.


  • Kadang-kadang satu kunci yang potensial menghasilkan pesan yang bermakna tidak selalu satu buah. Untuk itu, kita membutuhkan informasi lainnya, misalnya konteks pesan tersebut atau mencoba mendekripsi potongan chiperteks lain untuk memperoleh kunci yang benar.
Contoh 3. Misalkan potongan chiperteks  HSPPW menghasilkan dua kemungkinan kunci yang potensial, yaitu k = 4 menghasilkan pesan DOLLS dan k = 11 menghasilkan WHEEL. Lakukan deksripsi terhadap potongan chiperteks lain tetapi hanya menggunakan k = 4 dan k = 11 (tidak perlu exhaustive key search) agar dapat disimpulkan kunci yang benar.

  • Cara lain yang digunakan untuk memecahkan chiperteks adalah dengan statistik, yaitu dengan menggunakan tabel kemunculan karakter, yang membantu mengidentifikasi karakter plainteks yang berkoresponden dengan karakter di dalam chiperteks (akan dijelaskan kemudian).

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Algoritma Kriptografi yang Bersejarah"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top