Gerbangkomputer

Download,Aplikasi,software,Tips dan trick,Tutorial,Kesehatan,Bisnis,Berita Unik,free mp3 dan lainnya gratis semua hanya disini

Bagaimana Meraih Kesuksesan di Hidup dan Bisnis

Beberapa hari yang lalu, Teknopreneur, media yang membahas berbagai berita yang berkaitan dengan teknologi, bekerja sama dengan Skytar Venture untuk mengadakan acara bertajuk teknologi dan bisnis di kampus UMN. Pembicara dalam acara ini adalah Muhammad Andy Zaky (CEO Teknopreneur) dan Arief Widhiyasa (CEO Agate). Mereka berdua akan membagikan berbagai pengalaman mereka selama berkecimpung dalam bisnis teknologi. Andy akan bercerita kenapa pertumbuhan bisnis teknologi itu sangat cepat, berbeda dengan bisnis konvensional lainnya. Sedangkan Arief akan membagikan berbagai pengalamannya dalam membangun Agate hingga menjadi salah satu studio game terbesar di Indonesia dan apa yang membuat seseorang bisa sukses dalam membangun perusahaan
Berikut ini adalah isi dari sharing mereka. Selamat membaca!
Muhammad Andy Zaky
Sebagai CEO dari Teknopreneur, Andy ingin melihat banyak pengusaha teknologi yang lahir di Indonesia karena selama ini ia sangat akrab dengan bisnis yang berkaitan erat dengan teknologi. Andy memulai bisnis sejak tahun 2003, tetapi sebagian besar dari bisnisnya terpaksa gulung tikar. Tidak ingin menjadi orang yang gampang menyerah, pada tahun 2006 ia membangun teknopreneur yang mengangkat berita mengenai hal-hal yang berkaitan dengan teknologi.
Berbicara tentang technopreneurship, ada empat elemen yang menggambarkan tentang technopreneurship, yaitu memiliki nilai tambah secara komersial, berkelanjutan, adanya inovasi teknologi sehingga bisa menciptakan keunggulan yang kompetitif.
Contoh perusahaan teknologi yang sukses itu seperti Google, Microsoft, Apple, dan Facebook. Penerapan teknologi dalam suatu bisnis bisa memicu pertumbuhan yang sangat pesat, baik dari segi jumlah customer, user, ataupun pendapatan. Sebagai contoh adalah Facebook yang berdiri pada tahun 2003 silam, mereka berhasil membukukan pendatapan pada tahun 2013 dengan jumlah hampir U$8Milyar. Tentu saja itu adalah angka yang sangat fantastis dibandingkan perusahaan konvensional lainnya.
Kasus yang lebih menarik lagi adalah Google. Google didirikan oleh dua mahasiswa S-2, yaitu Sergey Brin dan Larry Page. Dengan modal U$100.000 yang didapat dari seorang angel investor, mereka membuat suatu algoritma pencarian yang bisa meng-crawling berbagai informasi yang ada di website. Mereka bukanlah orang pertama yang melakukan ini, sebelumnya sudah ada Yahoo dan Altavista yang melakukannya, tetapi masih menggunakan cara manual yang berbeda dengan apa yang dilakukan Google saat itu. Dua anak muda ini lalu menawarkan teknologi mereka ke dua perusahaan ini, tetapi mereka ditolak mentah-mentah. Pada tahun 2013, pendapatan Google tembus ke angka U$60Milyar. Mungkin penolakan itu adalah hal terbaik yang pernah diterima oleh Google pada masa awalnya.
Kenapa pertumbuhan Google bisa melejit seperti ini? Karena mereka memanfaatkan teknologi, terus berinovasi, dan yang paling penting, mereka bisa menciptakan suatu gelombang kebutuhan seperti foto di bawah ini.
Andy CEO Teknopreneur Ketika mereka berhasil membuat gelombang kebutuhan yang besar, maka itulah yang menjadi kue yang mereka lahap dengan kenyangnya. Mereka tahu apa yang dibutuhkan oleh banyak orang dengan memanfaatkan teknologi dan inilah yang membuat mereka menjadi technopreneur yang sukses.
Dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi di tahap awal, sebenarnya anda tidak begitu membutuhkan modal yang besar. Modal besar dibutuhkan apabila bisnis anda telah bisa membuktikan keberadaannya di pasar. Beberapa contoh perusahaan besar yang dimulai dari garasi dan kamar kos adalah Apple, Microsoft, HP, dan juga Facebook. Anda tidak perlu menjadi besar untuk memulai sesuatu yang besar.
Ada empat kunci sukses dalam membangun bisnis teknologi menurut Andy, yaitu:
1. Inovasi
Untuk menciptakan suatu inovasi, anda perlu melihat dalam persepsi yang berbeda. Sebagai contoh dengan melihat pengguna Facebook yang banya dan padat, pasti orang membutuhkan sosial media yang lebih menjaga privasi dan jumlah teman yang lebih sedikit, dari dasar inilah Path muncul ke permukaan. Tentulah ini termasuk ke inovasi.
2. Market/Pasar
Dalam membangun bisnis anda juga harus mengetahui segmentasi pasar anda. Kemana produk anda dipertuntukkan. Mulailah dari segmen yang spesifik seperti Facebook yang memulai dengan mengincar pengguna dari kampus-kampus hingga meluas ke semua pengguna di seluruh dunia. Jangan memulai dari yang besar. selain itu anda juga harus memikirkan cara menghasilkan uang, apakah itu dari iklan, dari kerjasama atau langsung dari customer.
3. Tim
Begitu banyak hal yang harus anda perhatikan dalam membangun bisnis dan inilah yang dilakukan oleh Jack Dorsey (Co Founder Twitter) dalam membangun Square. Ia memulai Square dengan membuat 140 pertanyaan, “Kenapa Square akan gagal?” dan ia harus menjawab pertanyaan tersebut agar ia tahu hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan Square gagal nantinya. Ini termasuk Risk management. Ini adalah antisipasi yang ia lakukan agar bisa mengurangi resiko kegagalan dalam bisnisnya.
Dalam membangun perusahaan tentulah anda membutuhkan partner. Partner yang saling mendukung satu sama lain. Partner yang memiliki keahlian yang berbeda dengan anda, namun saling melengkapi. Partner ideal dalam membangun perusahaan teknologi adalah hacker (orang yang ahli coding), Hipster (orang yang ahli desain, termasuk user interface dan user experience), dan Hustler (orang yang akan menghasilkan uang dari bisnis atau marketing). Setelah bertemu dengan para partner anda, segeralah bangun visi yang sejalan dan jadikan visi ini menjadi pegangan anda dalam membangun perusahaan.
Selain partner tentu anda membutuhkan tim. Jadi bangunlah tim sesuai dengan kompetensinya dan terus perbaiki dan tingkatkan kompetensi mereka.
4. Network
Terkahir yang harus anda lakukan dalam membangun bisnis teknologi adalah networking. Perluas network anda, mulai dari tim, partner, investor dan customer.
***
Arief Widhiyasa, CEO Agate
Agate didirikan oleh 18 orang mahasiswa yang merupakan teman sepermainan dan juga satu visi. Mereka semua memulai mengembangkan game pada tahun 2009 dalam suatu lomba yang diadakan di kampus mereka, ITB. Sayangnya game buatan mereka saat itu gagal memenangkan lomba ini. Tetapi karena lomba itulah mereka menjadi lebih sering berkumpul untuk secara bersama-sama mengembangkan berbagai game.
Dalam mengembangkan game, tim Agate memiliki visi yang terlalu tinggi, mereka ingin membuat game sekelas Parasite Eve dan Final Fantasy XII dimana pada waktu itu dua game tersebut memiliki kualitas teknis dan grafis yang tinggi. Alhasil, Agate tidak mampu mencapai target mereka karena dalam sisi teknis, mereka belum bisa menandingi kecanggihan game tersebut, tetapi dalam sisi grafis mereka sudah hampir mendekati target. Itu adalah pembelajaran yang dialami Arief pada waktu itu, lalu mereka mulai menurunkan kualitas teknis dan grafis dalam menciptakan suatu game.
Berdirinya Agate
gaji pendiri agate Walaupun mereka terus gagal dalam memenangkan lomba  pembuatan game, mereka tidak menyerah. Hingga akhirnya pada tanggal 1 April 2009, mereka menjadi serius untuk terjun dalam dunia game dengan mendirikan Agate Studio. Tanggal 1 April dipilih karena itu adalah April Mop dimana pada hari itu orang-orang di dunia dipenuhi dengan kebahagiaan dimana mereka selalu tertawa, ini sesuai dengan visi Agate untuk memberikan kebahagian pada semua orang di dunia ini.
Dengan modal  sekitar Rp120 Juta, mereka menyewa satu rumah yang cukup besar seharga Rp100 Juta (sudah ditambah dengan segala perabotan) hingga hampir tidak ada lagi uang yang tersisa untuk membayar kegiatan operasional untuk karyawan karena tidak ada satupun diantara mereka yang mengerti tentang bisnis. Jadi mau tidak mau mereka hanya dibayar Rp50.000 perbulan dengan jam kerja dari jam 8 pagi hingga 11 malam. Mereka tahu bahwa mereka tidak memiliki keahlian yang hebat, itulah kenapa mereka harus menebusnya dengan kerja keras yang luar biasa.
Selama ini ada 120 game lebih yang sudah dikembangkan oleh Agate. Sumber penghasilan mereka berasal dari B2B (game yang dibuat untuk memenuhi suatu projek dari klien) dan B2C (game yang dibuat untuk segera dilepaskan ke pasar). Salah satu game sukses yang dikembangkan Agate untuk dinikmati langsung oleh konsumen adalah Football Saga 2 dan Sengoku IXA. Sengoku IXA adalah game strategi di zaman perang Jepang yang merupakan hasil kerjasama Agate bersama Square Enix (salah satu studio game terbesar di dunia).
Keadaan Industri Game di Indonesia
Arief sadar bahwa perbedaan industri game di Indonesia dibandingkan dengan Negara lain seperti Korea, Jepang dan bahkan US itu sangatlah besar. Mungkin ada perbedaan sekitar 10 tahun lebih antara Negara tersebut dengan Indonesia. Arief tahu akan hal ini karena ia langsung berbicara dan mengajak petinggi perusahaan game besar bermain di kantor Agate. Ketika tamu dari perusahaan game besar ini berkeliling kantor Agate, mereka tersenyum seakan-akan kagum melihat orang-orang di Agate, ternyata mereka tersenyum karena teringat akan masa-masa awal ketika mereka mendirikan perusahaan game sekitar 10 tahun yang lalu. Di Indonesia, perusahaan game terbesar berisikan sekitar 50-100 orang, sedangkan perusahaan game besar dunia mencapai lebih dari 2000 orang. Ini adalah gap yang sangat besar antara perusahaan game di Negara kita dengan Negara luar.
Itulah kenapa Agate mulai mengadakan beberapa program untuk membantu orang-orang yang ingin berkecimpung dalam dunia game agar mereka bisa memahami bagaimana menciptakan game dengan benar dan berkualitas. Agate menciptakan suatu wadah juga dimana para pemain industri game di Indonesia yang sudah cukup sukses bisa berbagi beberapa kisah mereka kepada para orang baru. Inilah cara Agate untuk menumbuhkan ekosistem game di Indonesia.
Apa yang menentukan kesuksesan seseorang
syarat meraih sukses Menurut Arief, membangun bisnis tidaklah mudah, suatu statistik menunjukkan bahwa hanya 20% bisnis yang bisa bertahan dalam lima tahun, dan hanya 4% yang bertahan dalam 10 tahun. Dari banyaknya pengalaman yang dialami dan juga ilmu yang bersumber dari beberapa coach bisnis yang pernah diikuti Arief, ada beberapa nasihat yang sangat ia pegang dalam menjalankan bisnis dan kehidupannya selama ini. Ia mengatakan bahwa dalam membangun perusahaan, keahlian seperti bisnis, marketing, PR, manajemen, modal, network, keuangan dan masih banyak lagi – itu adalah hal yang penting, tapi ada suatu hal lagi yang ternyata lebih penting dan selalu ia pegang dalam menjalankan perusahaan, yaitu alasan dalam membangun perusahaan anda. Alasan kenapa anda memulai perusahaan, kejernihan isi pikiran, sisi kreatif dan seberapa positifnya anda dalam menghadapi persoalan di hidup ini.
Tidak peduli betapa hebatnya anda, berapa banyak modal anda, dan berapa banyak orang yang anda kenal, jika anda tidak memiliki alasan yang kuat, tidak passionate, dan tidak positif dalam menghadapi hidup dan bisnis, maka bisa dipastikan anda akan gagal dalam berbisnis. Hal ini tergambar dalam kasus penemuan pesawat terbang, yaitu pertarungan antara Samuel Langley dan Wright Brothers.
samual langley dan wright brothers Seperti yang anda lihat pada gambar di atas, Samuel Langley memiliki semua hal yang dibutuhkan dalam berbisnis, seperti uang, keahlian , pasar yang sudah siap, network, dan sebagainya, bahkan jurnalis New York Times mengikuti setiap pergerakan Langley, tetapi pada akhirnya yang berhasil membuat pesawat adalah Wright Brothers. Dua bersaudara yang tidak memiliki banyak modal dan network, mereka hanya memiliki semangat dan alasan yang kuat kenapa mereka harus membuat pesawat, yaitu agar banyak orang bisa merasa terbantukan dengan hadirnya transportasi udara. Sedangkan di sisi lain, Langley hanya mencari popularitas dan uang saja.
Perbedaan Orang Positif dan Negatif
mental orang sukses Ada beberapa hal yang membedakan antara orang yang positif dengan orang yang negatif. Anda bisa melihat gambar di atas. Jika sebagian besar diri anda memiliki sifat di bagian bawah, itu menunjukkan bahwa sebagian besar mental anda berada di bagian negatif, begitu pula sebaliknya. Tetapi, yang namanya manusia tidak mungkinlah terus berada di atas, terkadang dalam diri kita sendiri bisa muncul hal-hal negatif seperti yang ada di bagian bawah gambar, yaitu Blame, Excuse, dan Denial. Mungkin sebagian kita terkadang akan berada di atas dan terkadang berada di bawah. Tetapi, alangkah baiknya jika kita terus berusaha untuk menjadi orang positif yang berada di bagian atas gambar.
Blame adalah sifat selalu menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dibuat seseorang. Sebagai contoh dalam kasus orang yang terlambat masuk ke kantor, ia akan menyalahkan kedua istri dan anaknya yang membuatnya terlambat masuk ke kantor. Apakah itu karena istrinya telat masak atau anaknya yang rewel untuk diantar ke sekolah. Excuse adalah sifat yang selalu mencari-cari alasan atas kesalahan yang dilakukan seseorang. Dalam kasus yang sama, orang yang terlambat ini akan mencari alasan kenapa ia bisa terlambat, salah satu alasan klasik yang biasa dijadikan alasan adalah macet. Sedangkan Denial adalah sifat dimana orang ini menolak bahwa ia sebenarnya melakukan suatu kesalahan. Ia akan menolak bahwa dirinya terlambat ke kantor walaupun sebenarnya ia sudah terlambat selama dua jam ke kantor.
Ownership adalah rasa kepemilikan bahwa ia merasa terlibat terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Contoh sederhananya begini, jika ada nenek sedang menyebrang dan nenek ini terjatuh, sifat ownership tergambar dengan menolong nenek yang terjatuh itu. Accountability adalah sifat yang menunjukkan bahwa orang in bisa diandalkan. Dalam kasus yang sama sifat ini akan ditunjukkan dengan membantu nenek itu menyebrang jalan. Sedangkan Responsibility adalah bertanggung jawab. Orang yang melihat nenek yang terjatuh, ia akan langsung membeli obat di toko terdekat dan memberikannya kepada nenek tersebut.
Semua sifat ini akan tercermin dalam setiap apa yang anda lakukan dalam hidup ini. Itulah sifat yang membedakan antara orang positif dan orang negatif, serta inilah rahasia dari para orang-orang sukses yang ada dalam dunia ini. Ada satu contoh yang sangat menarik lagi tentang bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan ini, cerita ini adalah nasihat terbaik yang pernah Arief dapat selama ini. Ini adalah cerita tentang Kopi Tumpah.
Cara Menghadapi Kegagalan
Secara praktek, ketika anda menemukan kegagalan, anda harus menghadapi brutal facts, artinya anda harus bisa menghadapi fakta-fakta yang menyebabkan kegagalan anda, tidak peduli betapa menyakitkan hal itu. Selain itu, anda juga harus memiliki optimisme yang bisa dibilang “berlebihan”. Menurut Arief, entrepreneur yang sukses itu memiliki optimisme yang sangat berlebihan, itulah yang bisa membuatnya melewati masa-masa kegagalan. Untuk melatih sifat yang optimis Arief menyarankan, “banyak-banyaklah main game” ungkap Arief sambil tertawa.
Tetapi bagaimana jika kegagalan dalam berbisnis ini terjadi ketika kita mempunyai tanggung jawab yang harus dipenuhi? Artinya kita sudah mempunyai keluarga yang harus diberi makan, dan ini membuat kita semakin takut mengambil resiko. Arief menekankan itulah kenapa berbisnis itu sebaiknya dimulai ketika kita masih muda dan belum ada tanggungan, ini membuat kita akan semakin mudah mengatasi kegagalan. Tetapi jika anda sudah terlanjur berkeluarga, mungkin anda harus bisa memahami kelebihan dalam diri anda. Anda harus tahu apa yang anda bisa, dan segera cari partner yang bisa menutup kelemahan anda. Cara ini akan memudahkan anda untuk mengatasi kegagalan karena ada teman yang akan terus membantu anda. Dalam contoh jika anda tidak mempunyai uang tetapi mempunyai keahlian, anda bisa mencari teman anda yang mempunyai uang dan memintanya untuk memodali bisnis anda.
Kesimpulan
Dalam membangun perusahaan, jangan pernah mengejar ketenaran dan uang, tapi carilah suatu alasan yang idealis bahwa anda membangun perusahaan untuk memberikan kontribusi terhadap dunia ini. Arief mendirikan Agate dengan tujuan untuk memberikan kebahagiaan pada siapa yang menggunakan produk Agate. Ia tidak fokus hanya mencari uang saja, ada alasan yang benar-benar kuat kenapa ia membangun Agate.
Hiduplah dengan pemikiran yang positif karena itu akan menentukan nasib anda ke depannya. Mental yang positif akan membawa hal-hal positif kepada diri anda. Dan jangan gampang menyerah!
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Bagaimana Meraih Kesuksesan di Hidup dan Bisnis"

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top